AKURAT.CO, Komite Wasit PSSI mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan pertandingan dengan menghadirkan wasit asing di kompetisi Super League 2025/2026.
Seorang wasit asal Jepang, Yudai Yamamoto, resmi ditunjuk untuk memimpin pertandingan selama satu setengah musim ke depan.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa.
Ia menyebut kehadiran Yudai Yamamoto sebagai sebuah kehormatan sekaligus terobosan, mengingat sang pengadil lapangan menjadi wasit asing pertama yang bertugas secara penuh waktu di kompetisi sepak bola Indonesia.
Yudai Yamamoto dijadwalkan mulai menjalankan tugasnya secara resmi pada Januari 2026. Meski demikian, wasit berusia 42 tahun itu sejatinya sudah memiliki pengalaman memimpin pertandingan di Super League musim ini, dengan catatan enam laga yang telah dipimpinnya.
“Kami telah pastikan bahwa dia akan menjadi wasit profesional penuh waktu di Indonesia sebagai wasit utama. Beliau adalah wasit pertama dari luar negeri yang hadir di Indonesia,” kata Ogawa di Kantor I.League, Jakarta, Senin (22/12/2025).
Ogawa menegaskan, Yamamoto akan menjalani peran sebagai wasit profesional secara penuh dan fokus di Indonesia.
Menurutnya, rekam jejak dan kualitas sang wasit tidak perlu diragukan lagi karena telah lama berkiprah di kompetisi elite Jepang.
Sebelum menekuni dunia perwasitan, Yudai Yamamoto diketahui pernah berkarier sebagai tentara di Jepang.
Latar belakang tersebut dinilai turut membentuk kondisi fisik dan kedisiplinannya, sehingga tetap prima dalam memimpin pertandingan sepak bola di level kompetisi tinggi.
Usai menyelesaikan tugas militernya, Yamamoto sempat bekerja sebagai karyawan sebelum akhirnya mengikuti program lisensi wasit selama dua tahun pada 2007.
Dari program tersebut, ia memulai perjalanan sebagai wasit muda di bawah naungan Federasi Sepak Bola Jepang.
“Beliau ini adalah siswa angkatan keempat saya dan menjalani program tersebut dengan sangat baik,” kata Ogawa.
Karier Yudai Yamamoto terus menanjak seiring waktu. Ia memulai debut memimpin pertandingan di J-League 3, kemudian naik level ke J-League 2 pada 2010, hingga akhirnya dipercaya memimpin laga-laga di J-League 1. Selain itu, Yamamoto telah mengantongi lisensi wasit FIFA sejak 2011.
“Dia memiliki pengalaman yang sangat. luas dan pernah memimpin pertandingan Piala Asia 2015 di Australia. Dia ditunjuk sebagai wasit profesional Jepang sejak 2015 hingga sekarang.”
“Namun, dia memutuskan meninggalkan Jepang dan memimpin pertandingan di Indonesia musim ini,” ucap Ogawa.
Kehadiran Yudai Yamamoto di Super League mendapat respons positif dari sejumlah klub yang telah merasakan kepemimpinannya di lapangan.
Ogawa pun meyakini pengalaman dan gaya memimpin Yamamoto akan membawa dampak signifikan bagi perkembangan perwasitan nasional.
“Dia sudah menunjukkan bagaimana penampilannya, tidak hanya soal pengambilan keputusan tapi manajemen pertandingannya sangat luar biasa.”
“Itulah sebabnya saya yakin dia bisa menjadi panutan, namun dia juga manusia biasa yang mungkin akan punya kesalahan. Dengan demikian wasit-wasit Indonesia bisa melihat secara langsung bagaimana cara beliau memimpin pertandingan. Jadi saya percaya wasit-wasit di Indonesia bisa semakin berkembang,” tutup Ogawa.