Berpisah dengan Mesin Inline, Ini Kemajuan Terbesar Yamaha Musim Ini Menurut Fabio Quartararo
Leo Farhan | 3 Januari 2026, 17:58 WIB

AKURAT.CO, Bintang Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, mulai merefleksikan perjalanan kariernya bersama mesin Inline-4 (empat silinder segaris) milik Yamaha.
Di tengah persiapan tim beralih ke mesin V4 untuk musim 2026, pembalap berjuluk El Diablo itu mengungkapkan pencapaian teknis paling krusial yang diraih timnya sepanjang musim 2025.
Fabio Quartararo mengaku memiliki perasaan campur aduk mengenai transisi besar ini. Baginya, mesin Inline telah menjadi bagian tak terpisahkan sejak ia mengawali karier di kelas para raja.
"Mungkin saya akan merindukannya atau tidak! Kami belum tahu bagaimana motor tahun depan. Tentu saja akan bagus untuk beralih ke V4, tapi bisa saja tahun depan saya justru merindukan motor ini," ujar Fabio Quartararo dikutip Crash.net.
Meskipun Yamaha mulai membagi fokus ke proyek mesin V4, Quartararo menyebut ada satu aspek yang mengalami perkembangan paling signifikan pada motor YZR-M1 versi terakhir, yakni sektor elektronik.
Baginya, memahami cara kerja elektronik menjadi kunci untuk tetap kompetitif meski tenaga mesin belum mencapai level yang diinginkan.
"Langkah demi langkah, kami sedikit meningkatkan tenaga mesin. Sayangnya itu belum cukup, tetapi kami bekerja keras terutama pada bagian elektronik tahun ini," jelas juara dunia MotoGP 2021 itu.
Baca Juga: MotoGP Portugal: Marco Bezzecchi Rebut Pole, Acosta dan Quartararo Lengkapi Barisan Depan
"Langkah terbesar yang kami lakukan adalah elektronik; memahami bagaimana saya bisa beradaptasi lebih baik untuk menjadi lebih cepat dengan bantuan elektronik yang lebih sedikit. Saya katakan, itu adalah kemajuan terbesar kami."
Quartararo tidak menampik bahwa pengembangan mesin Inline M1 tahun ini tidak berjalan seagresif biasanya. Hal ini dikarenakan para insinyur di Iwata sudah mulai memusatkan sumber daya untuk pengembangan mesin V4 yang akan debut pada 2026.
"Saya rasa para insinyur lebih fokus pada motor 2026. Jadi sayangnya, peningkatan pada motor (musim 2025) cukup rendah. Namun, saya berharap itu karena alasan yang bagus, yaitu untuk memiliki motor yang sangat berperforma pada 2026," kata pembalap asal Prancis tersebut berharap.
Meski pengembangan mesin terkesan melambat, performa Quartararo di lintasan tetap patut diacungi jempol. Ia berhasil kembali naik podium di Jerez dan hampir memenangi GP Inggris di Silverstone sebelum kendala pada ride-height device memupus harapannya.
Secara statistik, Quartararo menutup musim dengan duduk di peringkat sembilan klasemen akhir. Meskipun secara posisi belum kembali ke papan atas, perolehan poinnya meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan musim 2024.
Hasil ini menempatkannya sebagai pembalap Yamaha terbaik, jauh mengungguli Jack Miller dari tim Pramac Yamaha yang finis di posisi ke-17.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







