Akurat

Yamaha 'Mentok', Ini Alasan Alex Rins Beralih ke Mesin V4 di MotoGP 2026

Hervin Saputra | 27 Desember 2025, 18:26 WIB
Yamaha 'Mentok', Ini Alasan Alex Rins Beralih ke Mesin V4 di MotoGP 2026
 
AKURAT.CO, Pembalap Monster Energy Yamaha, Alex Rins, memberikan gambaran jujur mengenai peta persaingan MotoGP saat ini. Rins mengakui bahwa pabrikan asal Iwata, Jepang, tersebut mulai tertinggal dari rival-rivalnya, terutama dalam hal pengembangan teknis mesin.
 
​Dalam wawancara pasca musim, Alex Rins menyoroti kemajuan pesat yang ditunjukkan oleh kompetitor seperti Aprilia dan Honda. Menurutnya, Aprilia kini telah mencapai level yang setara dengan dominasi Ducati.
 
​"Apa yang saya lihat adalah Aprilia berkembang pesat. Mereka menuju level Ducati," ujar Rins sebagaimana dilansir dari Crash.net.
 
 
​Statistik musim ini memang menunjukkan pergeseran kekuatan. Ducati sukses menyapu bersih gelar triple crown (juara pembalap, konstruktor, dan tim).
 
Namun, Aprilia mampu memberikan ancaman nyata dengan memenangi tiga dari empat seri terakhir setelah cedera yang dialami Marc Marquez.
 
​Di sisi lain, Honda juga mulai bangkit dari keterpurukan. Pabrikan berlambang "sayap mengepak" tersebut berhasil keluar dari kategori konsesi terendah (grup D) setelah mengamankan 285 poin konstruktor, raihan terbaik mereka sejak 2019.
 
​"Honda benar-benar meningkat pesat. Apa yang dilakukan Johann Zarco di awal musim, lalu Luca Marini dan Joan Mir sekarang. Mereka mencapai hasil yang luar biasa. Jadi sepertinya saat ini kami (Yamaha) sedikit tertinggal," tambah Alex Rins.
 
 
​Meskipun Fabio Quartararo sempat membawa Yamaha kembali ke podium, performa mesin Inline-4 (empat silinder segaris) milik Yamaha cenderung menurun di pengujung musim.
 
Hal ini disebabkan fokus pabrikan yang mulai beralih sepenuhnya ke proyek mesin V4 baru yang dijadwalkan debut pada 2026.
 
​Rins mengonfirmasi bahwa keterbatasan mesin Inline-4 sudah mencapai titik jenuh, terutama pada masalah daya cengkeram roda belakang (rear grip).
 
​"Yamaha sudah mencoba banyak hal untuk meningkatkan mesin ini, dan mungkin mereka sudah sampai di puncak pengembangannya; mereka tidak bisa menemukan apa pun lagi," ungkap pembalap asal Spanyol tersebut.
 
​Keputusan Yamaha untuk berpindah ke konfigurasi V4 diperkuat oleh masukan konsisten dari empat pembalapnya. Meski memiliki gaya balap yang berbeda, mereka mengeluhkan masalah teknis yang sama.
 
​"Sangat membantu memiliki empat pembalap berbeda dengan gaya balap berbeda yang mengeluhkan hal yang kurang lebih sama. Kami bisa membantu tim untuk bekerja dengan cara yang lebih spesifik," jelas Rins.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H