AKURAT.CO, Pembalap Repsol Honda, Luca Marini, optimistis dengan performa motor timnya untuk musim 2026.
Menurutnya, pengembangan yang dilakukan Repsol Honda sejauh ini sudah menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan motor yang digunakan saat ini.
"Motor tahun depan sudah lebih baik dari yang kami punya sekarang," kata Luca Marini dikutip Crash.net.
"Kami terus mengembangkannya setiap kali dengan ide dan pembaruan baru. Saya akan mencobanya lagi di tes pascamusim Valencia nanti."
Setelah sempat mengalami penurunan performa di pertengahan musim, Honda mulai menunjukkan peningkatan sejak jeda musim panas.
Pembaruan pada chassis, swingarm, mesin, dan aerodinamika membuat motor RC213V kini lebih kompetitif dan mampu menembus enam besar secara konsisten.
Luca Marini dan rekan setimnya, Joan Mir, bahkan mencatat hasil terbaik mereka bersama Honda dalam beberapa seri terakhir.
Marini finis keempat di sprint race Hungaria, sementara Mir meraih podium di Motegi. Performa motor Honda juga menunjukkan peningkatan kecepatan di lintasan lurus.
"Tenaga mesinnya luar biasa! Mereka bekerja dengan sangat baik. Meningkatkan mesin adalah bagian tersulit dari motor, tapi kali ini mereka berhasil melakukannya tanpa mengorbankan aspek lain," tutur Marini.
Meski begitu, Marini menilai belum semua komponen berjalan sempurna. Ia masih mencoba membandingkan penggunaan swingarm berbahan karbon dan aluminium untuk menemukan keseimbangan terbaik.
"Aluminium lebih baik di beberapa area seperti fase akselerasi dan traksi, tapi sedikit kurang stabil saat masuk tikungan," kata Marini.
"Namun, kami memilih karbon karena bobotnya lebih ringan, dan itu sangat berpengaruh pada pengendalian dan daya tahan ban."
Dengan postur tubuh yang lebih tinggi dan berat dibanding pembalap lain, Marini menilai faktor bobot motor menjadi krusial.
Baginya, menjaga bobot tetap ringan sangat penting untuk mengatur ban dan kekuatan saat pengereman.
Pada MotoGP Indonesia, Marini tampil solid dengan finis di posisi kelima dan bersaing ketat dalam perebutan podium.
Ia kini menempati posisi ke-13 klasemen sementara, hanya terpaut 20 poin dari Johann Zarco (LCR Honda) di posisi kesepuluh.
Honda juga bertekad meningkatkan kemampuan motor dalam memanfaatkan daya cengkeram ban belakang saat time attack agar bisa start lebih baik di grid.
"Kami harus menemukan cara yang lebih efisien untuk memaksimalkan grip ban belakang, karena saat ini itu masih menjadi masalah utama kami," kata Marini menuntaskan.