Akurat

Jorge Martin: Bagnaia, Marquez, dan Bastianini Jadikan Saya Pembalap yang Lebih Baik

Leo Farhan | 25 Desember 2024, 15:15 WIB
Jorge Martin: Bagnaia, Marquez, dan Bastianini Jadikan Saya Pembalap yang Lebih Baik

AKURAT.CO, Jorge Martin mengapresiasi tiga pesaing terdekatnya di kejuaraan MotoGP lantaran mampu membuatnya menjadi pembalap yang lebih baik untuk merebut gelar juara dunia 2024.

Jorge Martin meraih gelar kelas utama pertamanya dengan mengalahkan juara bertahan, Francesco Bagnaia, dengan keunggulan sepuluh poin pada akhir seri MotoGP 2024.

Bukan cuma itu, pembalap asal Spanyol itu menjadi pembalap tim independen (satelit) pertama yang mampu memenangi gelar di era modern. Juga juara dunia ketiga bagi Ducati setelah Bagnaia dan Casey Stoner.

Baca Juga: Pindah ke Aprilia setelah Jadi Juara Dunia, Jorge Martin Yakin Ducati Menyesal tak Mempertahankannya

Pada seri-seri akhir musim 2024, Jorge Martin dan Fransesco Bagnaia muncul sebagai favorit. Bagnaia yang tampil mengesankan dengan mengoleksi sebelas kemenangan tidak mampu mengalahkan konsistensi Martin yang hanya meraih tiga kemenangan grand prix.

Walau hanya meraih tiga kemenangan, Martin konsisten untuk naik ke atas podium di mana sepuluh di antaranya keluar sebagai runner-up dan tiga kali berada di posisi ketiga. Bukan cuma itu, Martin juga kerap menjadi yang terbaik pada sesi sprint race.

Kadang-kadang, rider berusia 26 tahun iti juga harus berhadapan dengan beberapa pembalap tangguh seperti Marc Marquez (Gresini) ataupun rekan Bagnaia, Enea Bastianini, yang melengkapi posisi empat besar di klasemen.

Baca Juga: Jorge Martin: Di Bulan Januari Saya Ketakutan, Saya tidak akan Pernah Jadi Juara MotoGP!

"Pecco Bagnaia, Marc Marquez, dan Enea Bastianini, adalah tiga pembalap yang telah membuat saya menjadi pembalap yang lebih baik. Mereka membuat saya memberikan segalanya," terang Martin dikutip Crash.

"Itu adalah gelar yang sangat sulit untuk dimenangi, kami mencapai rekor poin yang bersejarah. Menunjukkan sangat tingginya persaingan dan bisa mengalahkan mereka adalah hal yang luar biasa."

Gelar juara dunia ini cukup spesial bagi Martin. Pasalnya gelar ini adalah bukti bahwa ia bisa mengalahkan versi terbaik dari Bagnaia dan Marquez yang mampu tampil apik sepanjang musim 2024.

Musim 2025 akan berjalan ketat. Pasalnya Martin tidak akan lagi menunggangi mesin Ducati dan beralih ke Aprilia. 

Ini setelah tim yang bermarkas di Maranello itu lebih memilih mempromosikan Marquez ketimbang Martin ke tim pabrikan.

Martin sendiri belum memutuskan bakal menggunakan plat nomor satu atau tidak. Pada uji coba pasca musim di Barcelona bulan lalu, Martin melakoni debutnya di RS-GP dengan tetap menggunakan pelat nomor 89.

Sementara Bastianini yang kursinya diambil Marquez untuk musim 2025, menerima tawaran dari KTM untuk membalap bersama tim Tech3 bersama mantan rider Aprilia, Maverick Vinales.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H