Akurat

MotoGP Mengalami Musim Yang Aneh Dengan Hilangnya Dominasi Pabrikan Jepang

Hervin Saputra | 29 Agustus 2023, 19:05 WIB
MotoGP Mengalami Musim Yang Aneh Dengan Hilangnya Dominasi Pabrikan Jepang

AKURAT.CO, Fakta bahwa Marc Marquez dan Fabio Quartararo berada di luar sepuluh besar klasemen musim 2023 adalah hal yang ganjil mengingat mereka adalah pembalap juara dunia pabrikan Jepang di MotoGP.

Diawali Barry Sheene sebagai pembalap pabrikan Jepang pertama yang menjadi juara MotoGP (dulu kelas 500 cc) pada 1976 bersama Yamaha, pabrikan Asia “menjajah” balap motor paling bergengsi dunia sejak itu.

Dan sejak itu pula, hanya Casey Stoner beserta Fransesco Bagnaia yang sukses merobek dominasi pabrikan Jepang bersama Ducati. Itu pun Stoner hanya menang sekali bersama Ducati pada 2007 dan Bagnaia pada tahun lalu.

Baca Juga: Pindah Ke Honda Yang Sedang Terpuruk, Johann Zarco Dianggap Ambil Risiko

Tetapi MotoGP musim ini cukup “aneh” karena Ducati yang merupakan pabrikan Italia mendominasi dengan menempatkan lima pembalap di enam besar klasemen sementara. Di jajaran sepuluh besar, hanya pembalap KTM (Austria) dan Aprilia (Italia) selain Ducati.

“Situasinya sangat sulit. Saya tidak pernah melihat situasi seperti ini di grand prix sejak saya terlibat (di MotoGP),” kata komentator senior MotoGP, Nick Harris, sebagaimana dipetik dari Crash.

Fabio Quartararo adalah pembalap pabrikan Jepang dengan posisi terbaik di peringkat kesebelas klasemen MotoGP 2023. Patut dicatat bahwa pembalap asal Prancis yang membalap dengan bendera Yamaha ini adalah juara dunia musim 2021.

Baca Juga: Fabio Quartararo Sebut Dominasi Bagnaia Seperti Verstappen Di F1

Adapun yang lebih ironis lagi adalah juara dunia delapan kali, Marc Marquez. Pembalap yang bernaung di Repsol Honda sejak debut di MotoGP pada 2013 itu tenggelam di posisi ke-19 klasemen sementara.

Pembalap KTM, Brad Binder, mengaku cukup sedih melihat juara dunia seperti Marquez dan Quartararo harus berjuang sesulit seperti yang mereka hadapi saat ini. Sebagai kompetitor, Binder tak bisa membayangkan rasanya berada di posisi bawah dengan status sebagai juara dunia seperti Quartararo dan Marquez.

“Sedih rasanya melihat para pembalap seperti Marc dan Fabio benar-benar berjuang,” kata Binder. “Karena mereka adalah juara dunia, mereka adalah pembalap luar biasa. Sulit melihat mereka berjuang jadi saya tidak bisa membayangkan jika saya menjadi mereka, pasti bakal lebih sulit.”[]

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H