Mercedes Ajukan Banding ke CAS soal Safety Car di Abu Dhabi
AKURAT.CO, Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton, sudah memberikan ucapan selamat untuk rival terbesarnya musim ini, Max Verstappen, sebagai juara dunia Formula One (F1) 2021. Namun, Mercedes tampaknya belum selesai dengan kontroversi balapan Grand Prix Abu Dhabi 2021 akhir pekan lalu yang menahbiskan Verstappen sebagai juara.
Sebagaimana dikabarkan BBC, Mercedes berencana melakukan banding terhadap pengawas balapan tentang keberadaan mobil pengaman (safety car) di lap terakhir. Banding ini sudah diajukan ke Federasi Otomobil Internasional (FIA) namun ditolak dan Mercedes ingin melanjutkan ke Pengadilan Arbitrase Internasional (CAS).
Kontroversinya di sini adalah ketika Direktur Balapan GP Abu Dhabi, Michael Masi, memberikan izin bagi pembalap yang berada di antara Hamilton dan Verstappen yang mengalami overlap. Ketika itu, Hamilton adalah pemimpin pacuan dan mendominasi di sepanjang balapan.
Dimulai dari insiden pembalap Williams, Nicholas Latifi, menabrak pembatas sirkuit dan memaksa penyelenggara balapan untuk menurunkan mobil pengaman agar sisa-sisa tabrakan bisa dibersihkan dari lintasan.
Sederhananya, balapan diulang untuk lap terakhir di mana baik Hamilton dan Verstappen harus berada di belakang mobil pengaman sampai batas yang ditentukan. Situasi ini membuat Verstappen punya peluang mendekati Hamilton dan masuk ke pit untuk mengganti ban baru ketika Latifi mengalami tabrakan.
Yang dipersoalkan Mercedes adalah mengapa Masi mengizinkan mobil di belakang Hamilton yang sudah di-overlap boleh menyalip pengemudi terdepan yang jelas memberikan peluang bagi Verstappen untuk mendekat. Padahal, ketika itu Hamilton unggul cukup jauh dengan selisih lebih dari 12 detik.
Protes lainnya adalah bahwa penyelenggara balapan tidak memberlakukan hal yang sama untuk pembalap yang berada di belakang Verstappen dan di depan pengemudi posisi ketiga yang juga pembalap Red Bull, Sergio Perez.
Bos Red Bull, Christian Horner, menganggap upaya banding Mercedes merupakan ekspresi pihak yang putus asa. Horner menganggap Masi berada dalam situasi sulit ketika harus memutuskan mekanisme mobil pengaman.
“Jika mereka mengajukan banding kami akan bertarung di pengadilan banding dan kemudian di pengadilan legal setelah itu. Mungkin kami butuh seorang pengacara di pit bersama saya. Kami tidak ingin menyelesaikan ini di hadapan pengawas balapan,” ucap Horner.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





