China Masters: Ginting dan Alwi Kalah, Sektor Tunggal Putra Indonesia Sisakan Jonatan
Badri | 17 September 2025, 16:01 WIB

AKURAT.CO, Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di sektor tunggal putra pada gelaran China Masters 2025. Fakta ini menyusul kekalahan yang diderita Anthony Sinisuka Ginting dan Alwi Farhan di putaran pertama.
Jojo-sapaan Jonatan Christie-lolos ke babak 16 besar China Masters usai mengandaskan perlawanan wakil Jepang, Kenta Nishimoto, lewat laga straight set dengan skor 21-19 dan 21-19 di Shenzhen Arena, Shenzhen, China, Rabu (17/9).
Mampu mengunci kemenangan dua gim langsung, Jonatan Christie mengakui shuttlecock di China Masters cukup berbeda dibanding saat ia kalah atas Kenta di Jepang Terbuka lalu.
"Di sini shuttlecock lebih laju dan itu jadi pembeda di laga hari ini. Saya bisa menerapkan strategi dan cara bermain yang lebih baik dari dia," kata Jonatan usai laga lewat keterangan resminya, Rabu (17/9).
"Walau memang masih ada tadi beberapa kali melakukan kesalahan-kesalahan tapi ini pertandingan pertama, selalu punya kesulitannya tersendiri. Adaptasi masih harus terus dilakukan."
Kemenangan ini mengantarkan Jojo ke babak 16 besar untuk menantang wakil Taiwan, Lin Chun-Yi, yang lolos setelah lawannya di babak 32 besar, Lee Zii Jia, mundur di kedudukan 17-21, 23-21, dan 14-6.
Untuk laga besok, Jojo memastikan siap tampil habis-habisan untuk bisa mengamankan tiket perempat final. Mengingat lawan yang dihadapinya punya kecepatan yang cukup baik ditambah kondisi lapangan yang cukup butuh waktu untuk adaptasi.
Di laga lainnya, Anthony Sinisuka Ginting harus takluk dari wakil Malaysia, Leong Jun Hao, usai bertarung tiga gim dengan skor 19-21, 21-5, dan 10-21. Pebulutangkis berusia 28 tahun itu mengaku sempat menemukan momentum pada gim pertama tetapi gagal menjaga konsistensi permainan.
"Gim pertama sempat tertinggal jauh, tapi setelah interval dapat arahan dari Koh Indra untuk mencoba mengubah strategi dan berhasil banyak dapat poin. Sayang momentumnya hilang di dua poin terakhir," ucap Ginting.
Menurutnya, faktor kondisi lapangan dan kesalahan sendiri menjadi penyebab utama kekalahan hari ini seperti yang terjadi pada gim penentuan.
Baca Juga: Hong Kong Terbuka: Adnan/Indah Melaju Mulus, Anthony Ginting Tersingkir di Putaran Pertama
"Di gim ketiga saya banyak melakukan kesalahan sendiri di awal, padahal niatnya ngadu seperti gim pertama. Selain itu juga kurang bisa mengembangkan cara mainnya," tambahnya.
Ginting menyadari bahwa selepas comeback dari cedera tidak ada laga mudah yang harus dia jalani. Namun, sampai lima turnamen yang sudah dia ikuti, Ginting masih belum menemukan feeling dan cara mainnya juga belum kembali 100 persen seperti dulu.
Sementara itu, nasib sial juga harus dialami pebulutangkis tunggal putra muda, Alwi Farhan, yang harus angkat koper lebih awal setelah ditundukkan unggulan keempat asal Tiongkok, Li Shi Feng, dengan skor 16-21 dan 9-21. Alwi mengakui pengalaman lawan membuat dirinya kesulitan untuk keluar dari tekanan.
"Pastinya kurang puas dengan performa hari ini. Li Shi Feng dengan pengalamannya, beberapa kali ketika saya mau bermain cepat dia bisa meredam dengan sangat baik. Ini jadi pelajaran dan pengalaman pertama saya bertemu dengan permainan seperti ini," kata Alwi.
Ia menambahkan, strategi yang disiapkan sempat berjalan di gim pertama, namun kehilangan fokus di momen krusial.
"Planning dan gambaran sebelum bertanding pasti sudah ada dan cukup berjalan di gim pertama. Tapi di akhir ada momen harusnya dia mati, ternyata bisa mengembalikan, itu bikin pikiran saya terganggu dan akhirnya tidak bisa melawan," jelasnya.
Dengan hasil ini, sektor tunggal putra Indonesia dipastikan hanya mampu mengirimkan satu wakil ke babak 16 Besar China Masters 2025 lewat Jonatan Christie.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









