Akurat

Iie Sumirat Berpulang, Taufik Hidayat: Banyak Kenangan Bersama Almarhum

Leo Farhan | 22 Juli 2025, 23:27 WIB
Iie Sumirat Berpulang, Taufik Hidayat: Banyak Kenangan Bersama Almarhum
 
 
AKURAT.CO, Dunia olahraga Tanah Air kembali mendapat berita duka. Legenda bulutangkis Indonesia kelahiran 15 November 1950, Iie Sumirat, meninggal dunia.
 
Kabar duka tersebut disampaikan lewat pesan WhatsApp yang diterima Akurat.co, Selasa (22/7) malam WIB.
 
"Innalilahi Wa Innalilahi Rojiun.. Telah berpulang Bapak Iie Sumirat. Salah seorang legenda bulutangkis Indonesia. Mohon di ampuni segala kesalahan, Insya Allah diterima Amal ibadahnya. Aamiin Yaa Rabbalaalamiin," bunyi pesan duka dalam salah satu grup WhatsApp bulutangkis Indonesia.
 
 
Sebelumnya, kondisi Iie Sumirat sempat dilaporkan memburuk dan sempat tidak sadarkan diri. Sekretaris Umum PB SGS, Ma’sum Husain, mengonfirmasi bahwa sang legenda telah dirawat di ruang ICU RS Hermina Bandung selama tiga hari terakhir.
 
Iie Sumirat adalah salah satu pemain bulutangkis Indonesia yang masuk dalam anggota The Magnifiecent Seven pada era 1970-an bersama Rudi Hartono, Liem Swie King, Tjun Tjun, Johan Wahyudi, Christian Hadinata, dan Ade Tjandra.
 
Iie Sumirat pensiun dari bulutangkis pada 1982 dan kemudian menjadi pelatih bulutangkis. Di mana berkat tangan dinginnya mampu terlahir Taufik Hidayat.
 
Kabar duka ini menjadi salah satu pukulan yang cukup berat bagi Taufik Hidayat. Peraih emas Olimpiade Athena 2024 itu bahkan harus menahan tangis saat disinggung kenangannya bersama almarhum.
 
 
"Banyak kenangan bersama almarhum (sambil menangis), banyak, dari kecil sama dia. Tidak tergantikan. Habis ini saya langsung ke Bandung," kata Taufik saat ditemui di Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selasa (22/7).
 
Iie Sumirat dikenal sebagai pemain bulutangkis sektor tunggal putra. Almarhum dikenal sebagai sosok yang humoris dan eksentrik saat berada di dalam maupun di luar lapangan.
 
Salah satu momen yang paling dikenang dari Iie Sumirat adalah perannya yang membawa Indonesia menang atas Denmark untuk merebut Piala Thomas pada tahun 1979 dengan mengalahkan Svend Pri.
 
Prestasi paling gemilang Iie Sumirat adalah meraih dua medali emas Asian Games pada 1966 dan 1970, juga sebagai juara dunia tahun 1976 di Bangkok, Thailand.
 
 
 
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H