Akurat

PBSI Ikat Pelatih Pelatnas dengan Kontrak Jangka Panjang, tapi Bisa Dipecat Kapan Saja

Leo Farhan | 20 Desember 2024, 19:25 WIB
PBSI Ikat Pelatih Pelatnas dengan Kontrak Jangka Panjang, tapi Bisa Dipecat Kapan Saja

AKURAT.CO, Sebanyak 20 nama telah diputuskan untuk menjabat sebagai pelatih utama, pratama dan asisten di lima sektor Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PP PBSI untuk empat tahun ke depan.

Wakil Ketua Umum I PP PBSI, Taufik Hidayat, menyebut proses pemilihan pelatih ini berjalan dengan sistem terbuka yang sudah berlangsung sejak 3 Desember lalu. Setidaknya ada 51 nama yang mendaftar untuk menjadi pelatih di pelatnas PBSI.

Peraih emas Olimpiade Athena 2004 itu juga mengatakan bahwa sistem open recruitment pelatih ini dilakukan untuk menghadirkan warna baru di PBSI. Sekaligus meningkatkan prestasi bulutangkis Indonesia menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Baca Juga: Nahkodai Tunggal Putra Pelatnas PBSI, Mulyo Handoyo Ingin Pemain Muda Segera Kejar Level Elite

"Era sekarang kami ingin yang terbuka, kami tidak ingin berdasarkan like and dislike. Bukan karena kedekatan. Pelatih di-assesment, ada interview, semua dari yang dasar tentang bulutangkis dan semuanya," jelas Taufik di Pelatnas PBSI di Ciyagung, Jakarta, Jumat (20/12).

"Kami ingin semua satu perahu, kami tidak ingin pelatih teknik dan fisik tidak sinkron. Jadi, ke depannya harus detail karena yang dipikirkan bukan 1-2 bulan tapi berpikir ke Olimpiade 2028."

Untuk itu PBSI langsung mengikat ke-20 pelatih teknik ini dengan kontrak jangka panjang. Namun, PBSI juga tetap akan melakukan evaluasi berkala untuk menilai kinerja pelatih.

Taufik mengatakan hal tersebut mereka lakukan agar para pelatih terkait tidak ada di zona nyaman. Pelatih juga diminta terus mengeksplor pemain-pemain untuk bisa mendapatkan prestasi terbaik.

Baca Juga: Ada Eks Pasangan Greysia Polii, Ini Daftar Lengkap Staf Kepelatihan Pelatnas PBSI 2024-2028

"Pelatih kalau jelek diganti tidak masalah, kami ingin komposisi pelatih yang terbaik. Kontrak kami akan lebih detail dan jelas soal durasi. Kontrak di awal itu dua tahun, tapi akan bergantung juga soal reward and punishment," jelas Taufik.

"Jadi saya ingin semuanya lebih tertib dan sinkron antara pelatih teknik dan fisik. Kami ingin satu perahu untuk ke depan, kalau tidak bisa, saya bisa kapan saja mengganti pelatih."

Tetapi, yang pasti Taufik menegaskan bahwa pihaknya akan lebih terbuka dengan pelatih dan tidak semata-mata hanya bergantung pada kontrak awal.

"Di kontrak itu tidak boleh abu-abu, bukan berdasarkan omongan saja. Khawatirnya di kemudian hari akan ada yang tidak enak," katanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H