Axelsen dan Lee/Wang Raih Gelar Back-to-back, An Se Young Hapus Dahaga Emas Tunggal Putri Korea
Leo Farhan | 6 Agustus 2024, 13:38 WIB

AKURAT.CO Cabang olahraga (cabor) bulutangkis Olimpiade Paris 2024 yang berlangsung di Porte de La Chapelle, Paris, resmi berakhir pada, Senin (5/8/2024), dengan mempertandingkan final sektor tunggal putra.
Di mana dalam laga tersebut, Viktor Axelsen berhasil mempertahankan medali emas Olimpiade dengan menyingkirkan wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn, dengan straight set 21-11, 21-11.
Ini adalah medali emas kedua bagi tunggal putra asal Denmark itu setelah emas pertama yang didapatkannya saat tampil di Tokyo 2020 dengan mengandaskan perlawanan wakil China, Chen Long.
Selain Axelsen, pebulu tangkis yang mampu meraih gelar back-to-back pada Olimpiade Paris 2024 ini adalah pasangan ganda putra asal Chinese Taipei, Lee Yang/Wang Chi-Lin.
Lee/Wang merebut emas Olimpiade kedua mereka setelah menyingkirkan wakil China, Liang Weikeng/Wang Chang, lewat laga sengit 21-17, 18-21, 21-18.
Menariknya, Lee/Wang mendapat medali emas Olimpiade setelah menaklukkan wakil China di final. Sebelumnya di Tokyo 2020, mereka mengingkirkan perlawanan Li Junhui/Liu Yuchen untuk emas olimpiade pertama mereka.
Pencapaian tak kalah spesial terjadi pada sektor tunggal putri. Setelah hampir 28 tahun, Korea Selatan akhirnya mampu mendapat medali emas dari sektor ini.
Adalah An Se Young yang mampu menyumbangkan emas pertama bagi Korea setelah mengandaskan perlawanan wakil China, He Bingjiao, di laga puncak dengan skor akhir 21-13, 21-16.
Pasalnya, terakhir kali Korea Selatan mampu meraih medali emas sektor tunggal putri adalah saat Olimpiade Atlanta 1996. Prestasi tersebut ditorehkan Bang Soo-hyun usai menaklukkan wakil Indonesia, Mia Audina.
Selain itu, catatan apik juga mampu ditorehkan tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung dengan merebut medali perunggu. Di mana ini adalah medali pertama dari sektor tunggal putri setelah hampir absen selama 16 tahun.
Terakhir kali sektor tunggal putri Indonesia menyumbangkan medali perunggu Olimpiade lewat Maria Kristin yang tampil di Beijing 2008. Ini juga menjadi catatan manis tunggal putri Indonesia yang tak pernah luput membawa pulang medali setelah lolos ke semifinal.
Namun, secara keseluruhan, China laga-lagi mampu keluar sebagai juara umum dengan merebut dua medali emas dari sektor ganda putri dan ganda campuran.
Pasangan Chen Qingchen/Jia Yifan berhasil mengupgrade medali mereka usai menundukkan sang kompatriot, Liu Shengshu/Tan Ning dengan straight set 22-20, 21-15.
Pada Olimpiade edisi sebelumnya di Tokyo 2020, pasangan ini harus puas dengan medali perak setelah takluk dari ganda putri Indoneaia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
Sedangkan satu emas China lainnya disumbangkan oleh ganda campuran, Zheng Siwei/Huang Yaqiong yang juga berhasil mengupgrade medali setelah edisi sebelumnya hanya meraih perak usai ditaklukkan rekan senegara, Wang Yilyu/Huang Dongping.
Zheng/Huang merebut medali emas Olimpiade Paris 2024 dengan penampilan yang mendominasi usai menyingkirkan perlawanan wakil Korea Selatan, Kim Won-ho/Jeung Na-eun 21-8, 21-11.
Menariknya, pada upacara pengalungan medali momen spesial menghampiri Huang Yaqiong. Pebulu tangkis berusia 30 tahun itu dilamar oleh rekan senegaranya, Liu Yuchen usai pengalungan medali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









