Profil Jonatan Christie, Atlet Bulu Tangkis Timnas Indonesia yang Minta Maaf Usai Kalah dari India

AKURAT.CO Saat babak penyisihan Grup L Olimpiade Paris 2024, pebulutangkis tunggal putra Timnas Indonesia, Jonatan Christie, harus menerima kekalahan dari wakil India, Lakshya Sen.
Meskipun sudah kalah, namun kemampuan Jonatan Christie patut diapresiasi hingga bisa mewakili Indonesia di Olimpiade Paris 2024.
Dengan kekalahan tersebut, Jonatan Christie harus dikeluarkan dari Olimpiade Paris 2024 dan membuat dirinya menyesal hingga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia.
"Pertama-tama saya ingin mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya untuk seluruh masyarakat Indonesia. Mohon maaf juga hari ini bermain kurang baik. Tapi terima kasih banyak atas dukungan doa dan support untuk saya dan kawan-kawan," kata Jojo usai pertandingan.
Baca Juga: Jonatan Christie: Saya Pastinya Sangat Menyesal, Tapi Inilah Pertandingan
Mengutip berbagai sumber, Kamis (1/8/2024), berikut ini profil Jonathan Christie yang sudah membuat masyarakat Indonesia bangga dengan kamampuannya.
Profil Jonatha Christie
Jonatan Christie yang akrab dipanggil Jojo ini lahir pada 15 September 1997, di Jakarta, dari pasangan Andreas Adi dan Marianti Djaja.
Ayahnya yang memiliki peran pentin dalam memperkenalkan Jonatan dengan olahraga bulu tangkis ketika dia berusia enam tahun.
Sebelumnya, Jonatan juga pernah bermain olahraga lain, seperti basket dan sepak bola, tetapi ayahnya mendorongnya untuk berkonsentrasi pada bulutangkis.
Sejak saat itu, Jonatan secara aktif bermain bulu tangkis, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
Ia juga bergabung dengan klub Taurus, dan hasil latihan kerasnya menghasilkan banyak piala dari berbagai turnamen.
Pada tahun 2008, Jonatan sudah sukses meraih 7 trofi kemenangan dari kejuaraan tingkat DKI, nasional, dan internasional, serta medali emas pada Olimpiade Pelajar Sekolah Dasar se-Asia Tenggara di Jakarta.
Kemudian di tahun 2009, Jonatan menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia ke-5, Susilo Bambang Yudhoyono, atas prestasi gemilangnya.
Meskipun sudah mendapatkan banyak prestasi, Jonatan terus berusaha keras untuk mencapai prestasi setinggi idolanya, Lin Dan, seorang pebulutangkis terkenal di seluruh dunia.
Tak hanya dalam negeri, Jonatan juga menjadi Juara Junior Asia U-15 Ichiba di Jepang pada tahun 2010.
Meskipun usianya baru 15 tahun, dia mendapatkan gelar senior pertamanya di International Challenge 2013 di Indonesia. Saat ia mencapai perempat final di Indonesia Open 2015, nama Jonatan mulai jadi sorotan dan terkenal.
Jonatan telah memperkuat Timnas Indonesia dalam beberapa pertandingan, seperti Piala Sudirman, SEA Games, dan Thomas-Uber Cup.
Pada tahun 2015, ia menjadi bagian dari tim nasional yang meraih emas di SEA Games dan juga berkontribusi dalam tim Thomas-Uber Cup 2016.
Dengan bertambahnya pengalaman, Jonatan menjadi pemain andalan Timnas Indonesia pada SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, di mana ia menjadi pemain terbaik di tim.
Itulah profil lengkap tentang perjalanan karier Jonatan Christie yang sudah membanggakan nama Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








