AKURAT.CO, Olimpiade Paris 2024 akan resmi dibuka pada Jumat 26 Juli dan akan ditutup pada, Minggu 11 Agustus. Sebanyak 206 negara bakal bersaing di 329 nomor dari 32 cabang olahraga (cabor).
Berlangsung di Paris, Prancis, 206 negara bakal bersaing dalam 329 nomor pertandingan dari 32 cabang olahraga Olimpiade Paris.
Pada olimpiade musim panas edisi ke-33 ini, Indonesia berkekuatan 29 atlet untuk bersaing di 12 cabor di mana bulutangkis masih jadi cabor dengan wakil terbanyak yang mampu meloloskan atletnya dengan sembilan perwakilan.
Sebelum bertolak ke Paris untuk bersaing pada pesta olahraga multievent empat tahunan ini, pemerintah ataupun pihak terkait tidak menjelaskan secara gamblang berapa target medali bagi kontingen Indonesia.
Namun, patut diketahui, Indonesia pernah cukup sukses saat tampil di Olimpiade. Yaitu saat bersaing di Barcelona 1992.
Di mana Barcelona 1992 adalah pencapaian terbaik Indonesia sepanjang keikutsertaan di olimpiade sejak Helsinki 1952
Saat itu Tim Merah Putih mampu menggondol total lima medali dengan rincian dua emas, dua perak, dan satu perunggu. Di mana kelima medali tersebut disumbangkan oleh cabor bulutangkis.
Sektor tunggal putra berjaya dengan merebut tiga medali, mulai dari emas, perak, hingga perunggu. Ditambah satu emas dari tunggal putri dan satu perak lainnya dari ganda putra.
Alan Budikusuma dan Susi Susanti adalah dua atlet yang mampu mencatatkan tinta sejarah dengan mengawinkan medali emas pada nomor tunggal di Olimpiade Barcelona 1992.
Sejak saat itu, Indonesia selalu berhasil membawa pulang medali saat tampil di Olimpiade di mana cabor bulutangkis masih menjadi andalan dalam meraih medali termasuk medali emas.
Sayang, tradisi medali emas Indonesia sempat terhenti di Olimpiade London 2012. Bahkan saat itu Indonesia gagal mendapatkan satu medalipun dari cabor bulutangkis.
Cabor penyumbang medali bagi Indonesia di London 2012 adalah angkat besi dengan sumbangan dua medali perak atas nama Citra Febrianti dan Triyatni. Ditambah satu medali perunggu dari Eko Yuli Irawan.
Setelahnya, tradisi medali emas Indonesia kembali berlanjut di mana masih dari cabor bulutangkis. Yakni Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang mengamankan emas Rio de Janeiro 2016 dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu menggondol emas Tokyo 2020.
Dengan kekuatan sembilan wakil yang tampil di Paris nanti, bisakah cabor bulutangkis melanjutkan tradisi medali emas bagi Merah Putih? Patut disaksikan perjuangan Jonatan Christie dan kolega di Porte De La Chapelle, 27 Juli-5 Agustus mendatang.