AKURAT.CO, Bulutangkis saat ini bisa dikatakan sebagai salah satu cabang olahraga (cabor) yang mapan di ajang Olimpiade. Walau sebenarnya merupakan cabang yang relatif baru dalam gelaran multievent empat tahunan terbesar di dunia tersebut.
Olahraga tepok bulu pertamakali dipentaskan sebagai cabang olahraga eksebisi pada Olimpiade Muenchen 1972 dan diprediksi akan segera menjadi salah satu cabang resmi di Olimpiade.
Namun, hal tersebut harus tertunda lantaran terjadi serangan teroris di kampung atlet (athlete village) Olimpiade 1972. Insiden itu dengan cepat mengalihkan perhatian dan pengenalan bulutangkis sebagai cabor baru sebelum akhirnya resmi dipertandingkan pada Olimpiade Barcelona 1992.
Di Olimpiade Paris 2024, cabor bulutangkis akan dipertandingkan pada tanggal 27 Juli-5 Agustus. Sebelum para pecinta olahraga tepok bulu disajikan pertarungan seru dari pebulutangkis elite dunia di Paris nanti, berikut kami sajikan ringkasan perjalanan cabor bulutangkis di Olimpiade.
Olimpiade Muenchen 1972
Bulutangkis menjadi salah satu cabor eksebisi pada Olimpiade Muenchen 1972 yang menghadirkan 25 pemain undangan dari sebelas negara.
Pertandingan ini hanya dilangsungkan satu hari, di mana Indonesia mampu memboyong dua gelar juara dari sektor tunggal putra dan ganda putra lewat Rudy Hartono dan Ade Chandra/Christian Hadinata.
Sementara sektor tunggal putri diamankan Noriko Nakayama dan sektor ganda campuran dimenangkan oleh Derek Talbot/Gillian Gilks. Sedangkan sektor ganda putri tidak dipertandingkan kala itu.
Meskipun penyelenggaraannya sukses, dampak serangan teroris di kampung atlet Olimpiade di Muenchen menunda pengenalan bulutangkis ke dalam program resmi Olimpiade.
Olimpiade Seoul 1988
Berlangsung di Korea Selatan, bulutangkis hadir sebagai salah satu cabor eksebisi yang diikuti oleh sembilan negara peserta dengan mempertandingkan lima nomor.
Tuan rumah keluar sebagai juara umum dengan merebut tiga gelar juara dari sektor tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Sementara China merebut dua gelar sisanya di tunggal putra dan ganda putra.
Olimpiade Barcelona 1992
Sejarah tercipta saat bulutangkis akhirnya memulai debutnya di Olimpiade Barcelona 1992 dengan mempertandingkan empat nomor individu tanpa ganda campuran.
Bulutangkis dimulai dengan pertandingan antara tunggal putra Malaysia, Foo Kok Keong, dan Hans Sperre dari Norwegia. Setelah reli pertama, shuttlecock disimpan untuk dipamerkan di Museum Olimpiade di Lausanne.
Indonesia dan Korea Selatan sama-sama berhasil meraih dua medali emas. Di mana dua medali emas Indonesia didapatkan dari sektor tunggal, sementara Korea Selatan dari sektor ganda.
Pada sektor tunggal putra bahkan terjadi all Indonesian final yang mempertemukan Alan Budikusuma melawan Ardi Wiranata yang berakhir dengan kemenangan untuk Alan Budikusuma.
Sedangkan di sektor tunggal putri, Susi Susanty berhasil meredam perlawanan wakil Korea Selatan, Bang Soo-hyun, untuk mengawinkan gelar di nomor tunggal.