Akurat Logo

KOI: Pencoretan Cabor di SEA Games Malaysia Tak Hanya Rugikan Indonesia, tapi Asia Tenggara

Dian Eko Prasetio | 4 November 2026, 15:39 WIB
KOI: Pencoretan Cabor di SEA Games Malaysia Tak Hanya Rugikan Indonesia, tapi Asia Tenggara
Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari saat menjawab pertanyaan media.

AKURAT.CO, Langkah Indonesia untuk mempertahankan kedigdayaan di kawasan Asia Tenggara menghadapi tantangan berat menjelang SEA Games ke-34 Malaysia 2027.

Keputusan terbaru Federasi Pesta Olahraga Asia Tenggara (SEAGF) secara mengejutkan mencoret sejumlah cabang olahraga (cabor) dan nomor pertandingan SEA Games Malaysia yang selama ini menjadi lumbung emas utama Merah Putih.

Dalam dokumen resmi rapat SEAGF Executive Committee, cabor-cabor andalan Indonesia seperti panjat tebing, dayung, voli pantai, hingga nomor beregu putra dan putri bulutangkis dipastikan tidak masuk dalam program pertandingan SEA Games Malaysia 2027.

Tak hanya itu, cabor potensial lain seperti gulat, catur, jujitsu, kickboxing, bola tangan, dan triathlon juga mendadak absen dari daftar resmi yang dirilis tuan rumah Malaysia.

Baca Juga: Lagi-Lagi Lumbung Medali Indonesia Dicoret! Voli Pantai Resmi Tak Dipertandingkan di SEA Games Malaysia 2027

SEA Games Malaysia 2027 yang dijadwalkan berlangsung pada 18–29 September 2027 mendatang dipastikan lebih ramping hanya dengan mempertandingkan 473 nomor dari 43 cabor.

Jumlah ini menyusut signifikan dibandingkan SEA Games Thailand 2025 lalu yang mempertandingkan 50 cabor dengan 573 nomor pertandingan.

Pencoretan massal cabor unggulan ini menjadi perhatian serius Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) mengingat deretan cabor tersebut berkontribusi besar saat membawa Indonesia finis di peringkat kedua klasemen akhir SEA Games 2025.

Di Thailand ketika itu Indonesia pulang dengan torehan fantastis 91 emas, 111 perak, dan 131 perunggu.

NOC Indonesia Tegaskan Keseimbangan dan Kepentingan Pembinaan

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menegaskan bahwa pihak Indonesia tetap menghormati mekanisme keputusan SEAGF.

Namun, sosok yang akrab disapa Okto itu mengingatkan bahwa penyusunan program pertandingan SEA Games sejatinya harus tetap mengedepankan prinsip keadilan serta mengomodasi kepentingan seluruh negara anggota ASEAN.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.