Respons Tragedi Porprov Jateng, KOI Tegaskan Keselamatan Atlet Jangan Cuma 'Di Atas Kertas'

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua atlet muda berbakat, Syabilla Rizkia Putri Raharja (atlet selam asal Kabupaten Jepara) dan Ayudiah Rivana Tridiandinita (atlet pencak silat asal Kota Semarang).
Kedua atlet muda tersebut meninggal dunia saat mengikuti rangkaian penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026.
Presiden NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga kedua almarhumah serta seluruh insan olahraga tanah air yang kehilangan sosok srikandi muda berpotensi besar.
Baca Juga: KONI Jepara Berduka untuk Syabila Rizkia, Atlet Selam Peraih Emas yang Gugur di Porprov Jateng
"Kita kehilangan dua atlet muda yang memiliki harapan dan masa depan besar di dunia olahraga. Semoga kedua almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan," kata pria yang akrab disapa Okto tersebut di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Momen Evaluasi Total: Keselamatan Atlet Jangan Cuma di Atas Kertas
Peristiwa tragis ini memicu perhatian serius dari NOC Indonesia. Okto menegaskan bahwa keselamatan, perlindungan, dan kesejahteraan atlet harus menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berintegritas.
Ia mendesak seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) olahraga untuk menjadikan peristiwa ini sebagai bahan evaluasi mendasar agar faktor keselamatan tidak pernah diabaikan dalam setiap ajang kompetisi.
"Duka ini harus menjadi momentum evaluasi dan perbaikan nyata. Keselamatan atlet tidak boleh hanya menjadi komitmen di atas kertas," tegas Okto.
Sebagai bentuk langkah nyata, NOC Indonesia terus mendorong penerapan kebijakan safeguarding di seluruh tingkatan kompetisi.
Pendekatan ini bertujuan menciptakan lingkungan olahraga yang aman, inklusif, dan bermartabat, serta memastikan para atlet terlindungi dari berbagai bentuk risiko fisik, eksploitasi, hingga diskriminasi.
Langkah tersebut diwujudkan melalui serangkaian edukasi dan pendampingan sebagai bagian dari tanggung jawab NOC Indonesia dalam menjaga nilai-nilai olympism dan fair play.
=====
"Tidak ada medali yang sebanding dengan hilangnya nyawa seorang atlet. Keberhasilan kompetisi bukan hanya diukur dari prestasi, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan setiap atlet bertanding dalam lingkungan yang aman, nyaman, terlindungi, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas," lanjutnya.
Okto berharap tragedi yang menimpa Syabilla dan Ayudiah dapat membuka mata seluruh pihak agar pembenahan standar keselamatan penyelenggaraan kejuaraan olahraga benar-benar diterapkan secara ketat tanpa kompromi.
"Jangan biarkan kepergian Syabilla dan Ayudiah berlalu tanpa makna. Kita harus memastikan keselamatan dan perlindungan atlet menjadi komitmen bersama yang tidak dapat ditawar. Tugas olahraga bukan semata-mata mencetak juara, tetapi juga menjaga, melindungi, dan menghargai setiap kehidupan atlet," kata Okto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa








