Jaga Tradisi Prestasi, Wushu Indonesia Segel Peringkat 3 Dunia Junior di Tianjin

AKURAT.CO, Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) sukses menjaga konsistensi prestasi di panggung internasional.
Terbaru, skuad muda Merah Putih berhasil menempati peringkat ketiga klasemen akhir pada Kejuaraan Dunia Wushu Junior X/2026 yang digelar di Tianjin, China, 23–30 Maret 2026.
Indonesia menutup kompetisi dengan raihan total 27 medali, yang terdiri dari sembilan emas, sebelas perak, dan tujuh perunggu.
Capaian ini sekaligus mengulang kesuksesan edisi sebelumnya di Brunei Darussalam tahun 2024.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PB WI, Ngatino, menegaskan bahwa pencapaian di Tianjin merupakan hasil kolaborasi apik antara federasi dengan pengurus provinsi dalam membina regenerasi atlet.
“Salam dari Ketua Umum Bapak Airlangga Hartarto yang saat ini masih berada di Jepang. Beliau selalu memantau perkembangan dan menanyakan progres atlet-atlet kita selama bertanding,” kata Ngatino di Artotel Senayan, Jakarta, Rabu (1/4).
Senada dengan Ngatino, Wakil Ketua Umum PB WI, Gunawan Tjokro, menyebut hasil ini adalah modal penting menuju ajang yang lebih besar lagi di tahun ini.
“Hasil saat ini merupakan modal awal bagi kita semua untuk memperoleh hasil yang lebih bagus di ajang Youth Olympic 2026 yang akan berlangsung pada Oktober nanti di Dakar, Senegal,” tutur Gunawan.
Dua atlet muda, Noach Daiki Santoso dan Clara Abigail, mencuri perhatian dengan menjadi penyumbang medali terbanyak.
Keduanya masing-masing mempersembahkan dua medali emas dan satu medali perak.
Noach yang turun di kelompok A putra tampil perkasa dengan menyabet emas di nomor Nangun dan Nandao, serta perak di nomor Nanquan.
Sementara itu, Clara yang bertanding di kelompok B putri meraih emas dari nomor Nanquan dan Nangun, serta satu medali perak dari nomor Nandao.
“Senang, Puji Tuhan bisa menang. Semua ini karena Tuhan, pengurus, pelatih, dan orang tua. Sangat bersyukur karena ini adalah pertandingan tingkat kejuaraan dunia pertama saya,” kata Noach.
Dalam klasemen akhir, posisi Indonesia berada di bawah Hong Kong yang secara mengejutkan keluar sebagai juara umum (13 emas, tujuh perak, enam perunggu), disusul tuan rumah China di posisi kedua (13 emas, empat perak).
Selain Noach dan Clara, lima medali emas lainnya untuk Indonesia masing-masing disumbangkan oleh Kay Jayden Rondonuwu (Daoshu kelompok C putra), Jenny Ngaserin (Daoshu kelompok C putri), Utiqo Romadhona Ummi Auna (Nangun kelompok A putri), Terfi Meisa (Qiangshu kelompok C putri), dan Vini Nur Azizah (Daoshu kelompok A putra).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini







