Akurat

SEA Games: Tim Senam Indonesia Lampaui Target dengan 1 Emas, 2 Perak, dan 1 Perunggu

Leo Farhan | 13 Desember 2025, 12:46 WIB
SEA Games: Tim Senam Indonesia Lampaui Target dengan 1 Emas, 2 Perak, dan 1 Perunggu
 
Laporan langsung Akurat.co dari SEA Games Thailand 2025 didukung penuh oleh Jamkrindo dan Telkomsel.
 
AKURAT.CO, Tim senam artistik Indonesia menutup kiprahnya di SEA Games Thailand 2025 pada Jumat (12/12) di Universitas Thammasat, Bangkok, Thailand, dengan capaian membanggakan.
 
Satu medali emas, dua perak, dan satu perunggu berhasil diamankan sebagai hasil yang dinilai melampaui target awal federasi di SEA Games Thailand.
 
Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), Ita Yuliati, menyebut raihan di SEA Games Thailand sebagai kejutan menyenangkan. Sekaligus penanda kemajuan signifikan cabang senam nasional di level Asia Tenggara.
 
 
Medali emas dipersembahkan Abiyurafi dari nomor palang tunggal putra dengan skor 13.400. Abiyu berbagi podium tertinggi dengan atlet tuan rumah, Chuaisom Weerapat, yang mencatatkan nilai identik.
 
Sementara medali perak nomor ini diraih wakil Vietnam Dinh Phuong Thanh dengan skor 13.133.
 
Dua medali perak Indonesia disumbangkan Aprizal Muhammad dari nomor gelang-gelang putra serta Satria Tri Wira Yudha yang menjalani debut SEA Games pada nomor palang sejajar putra.
 
Adapun satu medali perunggu diraih debutan lainnya, Salsabilla Hadi Pamungkas, dari nomor senam lantai putri.
 
Ita mengungkapkan bahwa emas Abiyurafi memang menjadi target utama FGI. Namun, tambahan dua perak dan satu perunggu menjadi bonus berharga sekaligus pencapaian bersejarah bagi tim senam Indonesia.
 
"Ini hasil yang sangat membahagiakan. Abiyu yang di SEA Games Kamboja lalu masih perak, sejak awal memang kami targetkan emas dan hari ini terwujud," ujar Ita.
 
"Aprizal akhirnya pecah telur setelah bertahun-tahun berjuang. Satria dan Salsabilla, sebagai atlet baru, menunjukkan regenerasi berjalan dengan baik."
 
Emas ini juga mengakhiri penantian panjang tim senam artistik putra Indonesia. Terakhir kali emas SEA Games diraih pada edisi Filipina 2019, saat Agus Prayoko menjadi juara di nomor kuda lompat putra.
 
 
Lebih lanjut, Ita menilai hasil ini membuktikan kualitas pelatih lokal Indonesia yang mampu bersaing dengan negara-negara ASEAN lain yang mayoritas menggunakan pelatih asing.
 
"Hampir semua negara ASEAN memakai pelatih asing, sementara Indonesia masih mengandalkan pelatih lokal. Tapi hasil ini menunjukkan mereka sangat mumpuni, hanya perlu pembaruan teknik. Ini buah dari kerja keras tim pelatih, atlet, hingga mental coach," katanya.
 
Ita juga menyampaikan kepuasan karena hampir seluruh atlet yang diberangkatkan mampu tampil kompetitif. Dari lima atlet yang turun, empat di antaranya berhasil membawa pulang medali.
 
Sementara Alarice, yang menjalani debut SEA Games, mampu finis di peringkat keempat nomor balok keseimbangan.
 
Menurut Ita, peningkatan performa atlet tidak lepas dari situasi pemusatan latihan nasional yang lebih kondusif, program latihan yang intensif, serta pengalaman training camp di Rusia dan Jepang. Ke depan, Pelatnas Cibubur juga akan langsung difungsikan mulai 2026.
 
"Mulai Januari peralatan akan ditata. Presiden International Gymnastics Federation, Morinari Watanabe, juga siap mengirim pelatih dari Jepang ke Indonesia. Ini bagian dari upaya kami untuk kembali meloloskan atlet ke Olimpiade Los Angeles 2028," ucapnya.
 
Ita menegaskan, raihan empat medali dari total 17 medali yang diperebutkan di cabang senam—meliputi artistik, ritmik, dan aerobik—akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi FGI.
 
"Hasil ini membuat kami semakin optimistis untuk berkembang lebih besar lagi ke depan," kata Ita.

Rekap Medali Senam Indonesia SEA Games Thailand 2025

 
1. Abiyurafi – Men’s Horizontal Bars (Emas)
 
2. Aprizal Muhammad – Men’s Rings (Perak)
 
3. Satria Tri Wira Yudha – Men’s Parallel Bars (Perak)
 
4. Salsabilla Hadi Pamungkas – Women’s Floor Exercise (Perunggu)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H