Akurat

Persiapan 9 Bulan Terancam Sia-sia, Objektivitas Tim Review Dipertanyakan

Leo Farhan | 17 November 2025, 11:30 WIB
Persiapan 9 Bulan Terancam Sia-sia, Objektivitas Tim Review Dipertanyakan

AKURAT.CO Dorongan Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, agar SEA Games hanya mempertandingkan cabang olahraga (cabor) yang masuk agenda Olimpiade disambut positif banyak pihak.

Ketua Umum PP Federasi Hockey Indonesia (FHI), Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono, menilai wacana tersebut dapat menjadi momentum memperkuat pembinaan sekaligus ambisi membawa prestasi hoki Indonesia ke level dunia.

Dia menyebut gagasan itu sebagai angin segar bagi PP FHI, terlebih Erick juga berencana mewajibkan PON mempertandingkan cabor Olimpiade. Menurutnya, arahan Menpora bisa memberi suntikan motivasi baru bagi atlet dan pengurus untuk lebih agresif mengejar prestasi internasional.

"PP FHI sangat mengapresiasi gagasan cemerlang Pak Menpora Erick Thohir. Ini yang saya sebut angin segar telah menerpa masyarakat hockey di Tanah Air," kata Budi, yang tengah mendampingi Timnas Hockey Indoor TC di Jerman, Minggu (16/11/2025).

Baca Juga: SEA Games: Kirim 22 Atlet, Tim Nasional Hoki Es Indonesia Siap Catatkan Sejarah Baru di Thailand

Dia mengatakan, keberhasilan meraih emas SEA Games 2023 Kamboja datang dari proses panjang tanpa dukungan APBN karena hoki tidak termasuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).

Hal tersebut menjadi cambukan khusus bagi PP FHI untuk lebih serius menjalankan program pembinaan. Setelah sukses di Kamboja, Indonesia juga untuk pertama kali lolos ke Asian Games Hangzhou 2022 melalui kualifikasi.

Namun, mempertahankan prestasi tidak mudah. Target SEA Games Thailand 2025 meningkat menjadi dua emas dan empat perak. Karena itu PP FHI menggelar pemusatan latihan sejak Januari 2025, jauh sebelum dana Kemenpora turun pada September.

PP FHI juga sukses menghadirkan Kejuaraan Hockey Field Piala Asia 2025 di GBK, sekaligus menjadi ajang seleksi menuju SEA Games. Selain itu Timnas Hoki juga menjalani TC dan uji coba di tiga negara berbeda, Jerman, Australia dan Spanyol sebagai persiapan tambahan.

Baca Juga: SEA Games: Timnas Hoki Indonesia Jalani Pelatnas Mandiri untuk Bidik Target 2 Emas

"Dulu pelatnas hanya tiga bulan, kini sembilan bulan. Persaingan akan ketat, Malaysia dan Thailand jadi pesaing utama," ujar Budi.

Timnas Hockey Field Putri juga dikirim ke Kejuaraan Hockey Putri Asia Tengah 2025 dan sukses meraih gelar juara, menambah kepercayaan diri Skuad Merah Putih.

Untuk memperkuat kualitas pelatih, FHI bahkan mengontrak Jason Butcher dari Australia, sosok yang pernah membawa negaranya juara Youth Olympic.

Namun, jelang SEA Games yang mempertandingkan enam medali emas, PP FHI baru mendapat kuota 34 atlet untuk nomor indoor putra dan putri, sementara nasib Hockey Field dan Hockey 5s masih menunggu keputusan Tim Review.

Baca Juga: Perkuat Timnas Hoki Es Indonesia, Pemerintah Naturalisasi 4 Atlet Asal Rusia

"Kami hanya membutuhkan 60 atlet. Kami punya alasan karena sudah melakukan persiapan maksimal dan melibatkan pelatih berkualitas dari Australia," kata Budi.

Dia berharap keputusan akhir Tim Review dapat selaras dengan upaya panjang yang sudah dijalankan FHI, dan menekankan bahwa pengorbanan atlet yang sudah menjalani pelatnas sembilan bulan tidak boleh terabaikan.

"Kami hanya bisa berharap. Yang pasti PP FHI tunduk dengan keputusan pemerintah," ujar Budi.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
W
Editor
Wahyu SK