Akurat

Indonesia Hadapi Keputusan IOC, Erick Thohir Sadar Konsekuensi Penolakan terhadap Atlet Israel

Hervin Saputra | 23 Oktober 2025, 17:24 WIB
Indonesia Hadapi Keputusan IOC, Erick Thohir Sadar Konsekuensi Penolakan terhadap Atlet Israel
 
 
AKURAT.CO, Keputusan Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang menganjurkan federasi olahraga internasional untuk tidak menyelenggarakan acara atau pertemuan olahraga di Indonesia mendapat sorotan tajam.
 
Penegasan IOC ini menyusul kebijakan Indonesia yang menolak visa bagi atlet Israel dalam ajang 2025 World Artistic Gymnastics Championships di Jakarta pada 19-25 Oktober mendatang. 
 
Dalam rapat Dewan Eksekutif, IOC menyatakan bahwa Indonesia tidak bisa menjadi tuan rumah untuk event yang berada di bawah payung Olimpiade hingga jaminan akses untuk semua peserta, tanpa memandang kebangsaan, diberikan. 
 
 
IOC menyebut tindakan yang dilakukan Indonesia menghalangi hak atlet untuk berkompetisi secara damai, dan berpotensi merusak prinsip dasar gerakan Olimpiade, yaitu non-diskriminasi.
 
"Kami merekomendasikan kepada semua federasi (olahraga) internasional untuk tidak menyelenggarakan acara atau pertemuan olahraga internasional apa pun di Indonesia," bunyi pernyataan Dewan Eksekutif IOC dikutip France24.
 
Sebelumnya, Indonesia menolak memberikan visa bagi atlet Israel dalam Kejuaraan Dunia Senam di Jakarta lantaran untuk menjaga keamanan, ketertiban umum dan kepentingan publik.
 
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir secara terbuka mengakui bahwa Pemerintah menyadari akan konsekuensi dari keputusan tersebut.
 
Namun, ia menyebut kebijakan yang diambil sudah berdasarkan UUD 1945, yang menghormati keamanan dan ketertiban umum, serta kewajiban Pemerintah untuk melaksanakan ketertiban dunia.
 
 
"Atas dasar itu, Indonesia mengambil langkah untuk menghindari kedatangan delegasi Israel pada Kejuaraan Dunia Senam Artistik. Kami memahami bahwa keputusan ini membawa konsekuensi," kata Erick.
 
Meski demikian, Erick menekankan bahwa Indonesia akan tetap berkomitmen untuk berperan aktif dalam berbagai ajang olahraga di tingkat Asia Tenggara, Asia, maupun dunia.
 
Indonesia, katanya, juga akan mempersiapkan blueprint pembangunan olahraga nasional termasuk penguatan 17 cabang olahraga unggulan serta pusat latihan tim nasional.
 
Keputusan IOC menjadi peringatan keras bagi Indonesia bahwa kebijakan nasional terkait partisipasi atlet dan negara asing dalam event olahraga punya dampak langsung terhadap kemampuan sebuah negara menjadi tuan rumah event internasional.
 
Meski Indonesia tetap menyatakan diri akan aktif di olahraga global, tantangannya kini bukan hanya soal fasilitas dan prestasi—melainkan soal akses dan kepatuhan terhadap norma internasional olahraga.
 
Untuk memulihkan posisi Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga dunia, IOC meminta Pemerintah harus memberikan jaminan bahwa semua atlet.
 
Termasuk dari Israel atau negara lain yang belum berhubungan diplomatik dengan Indonesia, akan mendapat akses tanpa hambatan.
 
Jika tidak, bid Indonesia untuk menjadi tuan rumah event besar seperti Olimpiade 2036–yang sebelumnya pernah diupayakan–akan semakin terhambat.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H