AKURAT.CO, Emmanuel Wanyonyi membuktikan statusnya sebagai raja di nomor 800 meter dengan merebut medali emas Kejuaraan Dunia Atletik Tokyo 2025.
Capaian ini sekaligus mempertajam dominasi Emmanuel Wanyonyi usai merebut emas Olimpiade Paris 2024.
Tampil di Stadion Nasional, Tokyo, Jepang, Sabtu (20/9), pelari asal Kenya berusia 21 tahun itu langsung memimpin pacuan final Kejuaraan Dunia Atletik 2021 sejak start dengan kecepatan tinggi.
Meski mulai kehabisan tenaga di lintasan lurus terakhir, ia masih cukup kuat menahan serangan rival-rivalnya untuk finis di posisi terdepan dengan catatan waktu satu menit 41,86 detik yang merupakan rekor baru Kejuaraan Dunia Atletik.
Djamel Sedjati (Aljazair) harus puas dengan medali perak, setelah finis di peringkat dua dengan selisih 0,4 detik. Sementara juara bertahan dan peraih perak Olimpiade, Marco Arop (Kanada), menempati podium ketiga dengan catatan waktu satu menit 41,95 detik.
"Saya tidak meremehkan lomba ini. Saya ingin berlari cepat, dan memang begitu jadinya. Lap pertama sangat cepat, dan finisnya berat. Itu sebabnya wajah saya kaget setelah garis finis," kata Wanyonyi dikutip Strait Times.
Dengan hasil positif ini, Ia bertekad untuk bisa mempertahankan gelar ini di masa depan. Atau jika mungkin mengukir prestasi baru untuk memecahkan rekor dunia.
"Saya ingin jadi juara dunia dua kali. Mungkin mulai berpikir soal rekor dunia, meski belum sekarang. Target terbesar saya adalah emas Olimpiade Los Angeles 2028," ungkapnya.
Sementara itu, Sedjati yang meraih medali perak tetap merasa bangga dengan pencapaiannya ini. Menurutnya semua berjalan sesuai rencana, kecuali medali emas yang gagal ia dapatkan.
"Tapi, saya puas dengan hasil ini. Saya sempat khawatir karena ayah saya stres berat jelang lomba. Sekarang saya bisa memberitahunya semuanya baik-baik saja," kata Sedjati.
Tidak hanya pertarungan di posisi tiga besar, laga final juga menghadirkan catatan penting lainnya. Cian McPhillips mampu mencatat rekor nasional Irlandia sedangkan Max Burgin mampu mamperbaiki personal best-nya.
Nomor 800 meter putra kali ini menegaskan satu hal di mana Wanyonyi bukan hanya sebatas juara. Tetapi juga ancaman nyata bagi pemecahan rekor dunia baru dalam waktu dekat.