AKURAT.CO, Sukses meraih sembilan medali di ajang Korea Para-cycling Track Cup 2025 dijadikan bekal penting tim para balap sepeda Indonesia untuk menghadapi dua agenda multievent besar, ASEAN Para Games 2025 dan Asian Para Games 2026.
Pelatih kepala, Rizan Setyo Nugroho, menuturkan ajang di Yangyang, Korea Selatan, pada 19–20 Agustus 2025 itu sekaligus menjadi sarana pemetaan kekuatan lawan.
Menurutnya, Thailand masih menjadi rival terberat di level Asia Tenggara, khususnya nomor time trial 1000 meter. Sedangkan Korea Selatan diperkirakan bakal jadi lawan utama di Asian Para Games 2026.
"Saat ini program latihan sudah masuk fase persiapan khusus. Tentunya akan ada pengerucutan nomor yang lebih spesifik lagi," ungkap Rizan dalam keterangan resminya, Kamis (21/8).
"Karena persaingannya semakin ketat, baik di Asia Tenggara maupun Asia. Itu perlu agar raihan medali emas bisa lebih optimal."
Selain memperbaiki catatan waktu sejumlah atlet, tim Indonesia juga tengah fokus mengatur strategi jelang multievent.
Rizan menilai pencapaian individu seperti peningkatan waktu Tifan Abid, Sufyan Saori, hingga Anwar Annaja menjadi modal penting menghadapi lawan-lawan berat yang bakal segera dihadapi.
Ke depan, tim para balap sepeda Indonesia masih akan menjalani dua agenda try out, yakni World Championship Track di Brasil pada Oktober 2025 serta Para-cycling Cup Road & Track di Thailand pada Desember 2025.
"Try out berikutnya akan menjadi parameter akhir sebelum masuk ke fase kompetisi multievent. Targetnya, kita bisa lebih siap menghadapi ASEAN Para Games dan Asian Para Games," pungkas Rizan.