AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menegaskan komitmen Pemerintah dalam mendukung kemajuan olahraga akuatik, khususnya di bawah Ketua Umum Anindya Bakrie pada periode ketiganya di Pengurus Besar Akuatik Indonesia (PB AI).
Menurut Dito, kinerja PB Akuatik Indonesia selama dua periode terakhir dinilai positif, terutama dalam pembinaan atlet muda. Ia menyebut, mayoritas atlet Pelatnas saat ini berusia di bawah 16 tahun, yang menjadi indikasi bahwa regenerasi berjalan dengan baik.
"Ini membuktikan anak muda kita sangat banyak dan potensial. Maka di periode ketiga ini, fokus kita adalah menciptakan legacy. Target tercepat kita tentu Olimpiade Los Angeles 2028," kata Dito di Hotel Luwansa, Kuningan, Jakarta, Senin (4/8).
Dito menyebut pemerintah hadir secara konkret melalui tiga pilar utama, infrastruktur, sumber daya manusia (SDM), dan kompetisi.
Dari sisi infrastruktur, Kemenpora tengah menyiapkan Cibubur Youth Training Center untuk mendukung pembinaan atlet muda, termasuk cabang olahraga renang. Selain itu, pemerintah juga akan membangun pusat pelatihan baru yang lebih besar di kawasan sekitar Cibubur.
"Kami juga revitalisasi banyak kolam renang, dari GBK sampai Papua, sebagai bagian dari ekosistem pembinaan akuatik nasional," tegasnya.
Selain itu pemerintah juga mendorong peningkatan kapasitas SDM olahraga, termasuk pelatih dan atlet. Dito mengungkapkan bahwa saat ini sudah tersedia beasiswa S2 untuk tenaga olahraga, dan pihaknya tengah mengupayakan agar ke depan tersedia pula beasiswa jenjang S1.
"Anak-anak SMP dan SMA yang berprestasi di olahraga, terutama akuatik, akan kita siapkan untuk bisa menempuh pendidikan di universitas kelas dunia lewat jalur sport athlete," tambahnya.
Dari sisi kompetisi, Dito menyatakan pemerintah bersama federasi akan memperkuat struktur kejuaraan nasional, termasuk integrasi dengan Pekan Olahraga Nasional (PON). Hal ini ditujukan agar kejuaraan nasional selaras dengan kebutuhan dan standar kejuaraan multievent seperti Asian Games dan Olimpiade.
"Kita ingin kejuaraan tingkat nasional benar-benar jadi ajang pembinaan menuju multievent. Dengan begitu, periode ketiga ini bisa menjadi tonggak sejarah kebangkitan olahraga akuatik Indonesia," kata Dito mengakhiri.