AKURAT.CO, Dalam upaya meningkatkan daya saing atlet senam Indonesia di kancah dunia, Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) membuka opsi naturalisasi.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PB Persani, Ita Yuliati, usai melakukan Penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Kemenpora dengan Induk Organisasi Cabang Olahraga (IOCO) di Media Center Kemenpora, Senayan, Jakarta, Senin (14/4).
Naturalisasi dilakukan sebagai bagian dari strategi peningkatan prestasi nasional dan semakin intensifnya persiapan menghadapi beberapa kejuaraan seperti SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade.
"Kami sedang jajaki. Prosesnya di FIG (Federasi Senam Internasional) sangat mudah dan tidak perlu keturunan Indonesia. Bahkan meskipun sudah tampil di olimpiade negara lain, tetap diperbolehkan pindah," kata Ita.
Masih menurut Ita, saat ini sudah ada dua atlet senam asing yang masuk radar Persani. Salah satunya adalah atlet olimpiade asal Belanda dan merupakan peraih medali di kejuaraan dunia.
Meski demikian, proses ini masih menghadapi tantangan administratif. Pasalnya, atlet yang bersangkutan harus melepas kewarganegaraan lamanya karena FIG mensyaratkan kepemilikan satu paspor.
"Dia bilang ingin bantu Indonesia, tapi masih pikir-pikir karena harus lepas paspor. Ini kami masih negosiasi, mungkin saya harus ke sana langsung. Kami lagi jajaki dan tetap keep in touch," kata Ita.
"Kemudian ada juga yang di Amerika. Tapi memang untuk yang level-level atas memang agak sulit ya untuk yang di artistik. Di ritmik juga ada tapi kami lagi jajaki itu."
Selain naturalisasi, PB Persani juga tengah fokus melakukan persiapan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 di Jakarta. Helat ini akan digelar di Indonesia Arena pada Oktober mendatang.
Persani coba memanfaatkan status tuan rumah ini untuk menurunkan seluruh atlet Pelatnas karena tidak dibatasi kuota.
"Ini kesempatan emas bagi kami untuk menampilkan semua atlet karena tidak perlu kualifikasi. FIG memberikan kebebasan kepada tuan rumah," ujar Ita.
Meskipun Kejuaraan Dunia kali ini bukanlah ajang kualifikasi untuk olimpiade, namun kompetisi ini sangat penting untuk membangun pijakan awal atlet menuju Los Angeles 2028.
"Simone Biles saja memulai dari Kejuaraan Dunia. Ini jadi momentum emas untuk membentuk identitas atlet kita ke depan," kata Ita.