Sudah Ditetapkan, SEA Games Thailand 2025 Pertandingkan 50 Cabang Utama dan 3 Eksebisi

AKURAT.CO, Berdasarkan hasil rapat Federasi SEA Games (SEAGAF) yang berlangsung pada 25 Oktober lalu, SEA Games Thailand 2025 memutuskan mempertandingkan 569 nomor dengan 105 disiplin dari 50 cabang olahraga (cabor).
Selain 50 cabor resmi, SEA Games Thailand 2025 juga akan mempertandingkan tiga cabor eksebisi. Yakni flying disc, tug of war, dan air sport (paragliding dan paramotor).
Rencananya, 569 nomor pertandingan SEA Games Thailand 2025 tersebut bakal berlangsung di tiga provinsi di Thailand, yakni Bangkok, Chonburi, dan Songkhla.
Baca Juga: TC di Surabaya, Pembenahan Fisik Fokus Timnas Basket Indonesia Putri Hadapi SEA Games Thailand
Selain itu, tuan rumah SEA Games edisi ke-33 yang dijadwalkan pada 9-20 Desember 2025 itu juga menggabungkan beberapa cabang olahraga ke dalam satu kategori cabang olahraga ekstrem.
Cabor yang masuk dalam kategori ekstrem tersebut adalah panjat tebing, ski air dan wakeboard, skateboard, dan jetski.
Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyebut bahwa sejumlah cabor yang dipertandingkan dalam SEA Gmaes 2025 mendatang merupakan bagian dari sistem olahraga wajib di ajang Asian Games dan olimpiade.
"Ini adalah kesempatan besar bagi atlet-atlet Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka dan membawa pulang prestasi bagi bangsa," kata Raja Sapta Oktohari di Jakarta, Kamis (21/11).
Baca Juga: Erick Thohir Pastikan Liga 1 Tetap Jalan Saat Piala AFF, Libur di Jadwal SEA Games
"Kami akan memberikan dukungan penuh dalam persiapan, baik secara teknis maupun mental, agar target prestasi dapat tercapai."
Pada saat ini sejumlah cabang olahraga di Indonesia telah menggelar pemusatan latihan untuk menyambut ajang multicabang dua tahunan tersebut.
Ajang ini bisa digunakan atlet-atlet Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi kualifikasi demi mendapat tiket ke olimpiade empat tahun mendatang di Los Angeles, Amerika Serikat.
"Kami berharap SEA Games menjadi ajang atlet-atlet Indonesia untuk uji coba kemampuan. Jadi, dari SEA Games bisa terukur levelnya sudah sampai mana, dan sekaligus bisa langsung evaluasi untuk selanjutnya," kata Raja Sapta Oktohari mengakhiri.
Daftar Cabang Olahraga SEA Games Thailand 2025
1. Akuatik
2. Atletik
3. Panahan
4. Bulutangkis
5. Basket
6. Dayung
7. Balap Sepeda
8. Equestrian
9. Anggar
10. Sepak Bola dan Futsal
11. Golf
12. Senam
13. Bola Tangan
14. Hoki
15. Judo
16. Rugby
17. Layar
18. Menembak
19. Tenis Meja
20. Taekwondo
21. Tenis
22. Triathlon
23. Bola Voli
24. Gulat
25. Ice Skating
26. Hoki Es
27. Modern Pentathlon
28. Angkat Besi
29. Bisbol dan sofbol
30. Biliar
31. Tinju
32. Floorball
33. E-Sport
34. Muaythai
35. Netball
36. Pencak Silat
37. Petanque
38. Sepak Takraw
39. Squash
40. Boling
41. Extream Sports (Panjat Tebing, Ski Air dan Wakeboard, Skateboard, Jetski)
42. Karate
43. Ju-jitsu
44. Cricket
45. Wushu
46. Kabaddi
47. Teqball
48. Kick Boxing
49. Woodball
50. Catur
Cabor Eksibisi
1. Flying Disc
2. Tug of war
3. Air Sport (paragliding dan paramotor)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla








