Akurat Logo

Prestasi Timnas Indonesia Meningkat, Ketua KOI Sarankan Cabang Olahraga Lain Lakukan Naturalisasi

Leo Farhan | 15 Oktober 2024, 08:05 WIB
Prestasi Timnas Indonesia Meningkat, Ketua KOI Sarankan Cabang Olahraga Lain Lakukan Naturalisasi
 
 
AKURAT.CO, Tim Nasional Indonesia di bawah kepemimpinan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Pelatih Shin Tae-yong terus menuju ke arah yang lebih baik dan positif.
 
Shin Tae Yong mampu mentransformasi Indonesia sebagai salah satu negara yang mampu kembali bersaing bukan hanya di level Asia Tenggara semata, melainkan di level Asia.
 
Kemajuan Timnas Indonesia tidak terlepas dari peran pemain naturalisasi. Di tangan pelatih asal Korea Selatan itu, Indonesia mampu menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 hingga tampil di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
 
 
Bahkan, di laga terakhir Timnas Indonesia saat melawan Bahrain pada babak Kualifikasi Grup C Piala Dunia 2026, skuad Garuda menurunkan sepuluh pemain naturalisasi dan hanya menurunkan Malik Risaldi sebagai satu-satunya pemain lokal.
 
Proses naturalisasi yang dilakukan PSSI mendapat dukungan penuh dari Presiden Komite Olimpiade (NOC) Indonesia atau KO, Raja Sapta Oktohari.
 
"Nah ini yang ingin saya sampaikan gimana caranya prestasi Indonesia supaya lebih baik lagi," kata pria yang karib disapa Okto itu saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (14/10).
 
"Prestasi sepakbola kita, kita tahu ada di mana. Prestasi olimpiade kita alhamdulillah sudah naik dikit-dikit. Tapi apakah kita puas? Belum."
 
 
Oktohari bahkan mendukung cabang-cabang olahraga nasional jika ingin melakukan proses naturalisasi bagi atlet-atlet mereka.
 
Menurutnya, hal ini butuh dilakukan agar menjadi stimulan untuk membangkitkan gairah olahraga Tanah Air.
 
"Kalau teman-teman ada info soal pemain naturalisasi kasih tahu saya, untuk semua cabor. Kenapa? Karena kita perlu," katanya.
 
"Ini seperti stimulan untuk membangkitkan gairah kita. Kadang-kadang kita perlu yang seperti ini (atlet naturalisasi), didorong supaya orang kita lebih maju lagi.
 
"Bukannya kita tidak punya kemampuan, kita punya. Tapi, kita butuh stimulan-nya."
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H