AKURAT.CO, Indonesia punya sederet atlet andalan pada cabor para angkat berat. Salah satunya adalah lifter putri, Ni Nengah Widiasih, yang bakal tampil untuk ketiga kalinya di ajang Paralimpiade Paris 2024.
Sebelum turun di Paralimpiade Paris 2024, Ni Nengah Widiasih sudah mengoleksi dua medali perak dan perunggu yang didapatkannya pada dua kesempatan di Paralimpiade Rio 2016 (perunggu) dan Paralimpiade Tokyo 2020 (perak).
Turun di ajang paralimpiade untuk ketiga kalinya, lifter berusia 31 tahun ini bertekad untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Merah Putih di kelas 41 kilogram putri.
Namun, atlet asal Bali itu tengah tidak dalam kondisi terbaiknya. Persiapan Paralimpiade tahun ini lebih menantang karena dia masih harus berjuang melawan cedera bahu.
"Para angkat berat telah banyak mengubah hidup saya," kata Ni Nengah Widiasih sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (26/8).
"Paris tidak mudah bagi saya (karena cedera), tetapi saya akan berusaha sekuat tenaga. Saya akan melakukan yang terbaik untuk Indonesia, untuk keluarga saya."
Ni Nengah tidak tampil sendiri pada sektor putri. Dia akan berjuang beraama dua atlet para angkat berat lainnya seperti Siti Mahmudah yang turun di kelas 79 kilogram dan Sriyanti yang turun di kelas +86 kilogram.
Sementara itu pelatih para angkat berat Indonesia, Eko Supriyanto, bangga dengan persiapan yang sudah dijalani dengan ketiga atlet putrinya ini.
Eko juga mengingatkan kepada mereka untuk tidak terlalu berharap tinggi mengingat Ni Nengah sendiri tidak dalam kondisi terbaiknya lantaran masih dalam pemulihan cedera.
"Saya lebih dari takjub dengan trio perempuan ini," jelas Eko mengomentari persiapan anak asuhnya.
"Kami mendorong mereka untuk setidaknya bisa bersaing merebut medali perunggu."
Pertandingan para angkat berat di Paralimpiade Paris 2024 baru akan dimulai pada 4 September mendatang. Sementara pembukaan ajang olahraga untuk atlet disabilitas tingkat dunia tersebut akan digelar pada 28 Agustus.