Jeka Saragih: MMA Masuk Cabang Eksebisi PON? Ini Terobosan Bagus

AKURAT.CO, Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara 2024 akan mempertandingkan seni beladiri campuran atas mix martial arts (MMA) sebagai cabang olahraga eksebisi pada pesta olahraga tertinggi di Tanah Air.
Menanggapi hal tersebut, salah satu petarung UFC asal Indonesia, Jeka Saragih, menilai ini adalah terobosan positif untuk mengembangkan olahraga MMA di Tanah Air.
"Menurut saya dengan adanya MMA di PON ini mejadi terobosan yang bagus. Kalau memang ini dilatih sejak dini, ke depannya MMA Indonesia akan pesat," kata Jeka Saragih di The Convergence Indonesia, Jakarta, Selasa (20/8).
Baca Juga: Belum Genap 1 Ronde, Jeka Saragih Dipaksa Tap-Out Lewat Kuncian Westin Wilson di UFC
Jeka Saragih sendiri masih menjadi satu-satunya petarung MMA Indonesia yang dikontrak oleh UFC. Dari pengalamannya sejak di Amerika Serikat, Jeka melihat petarung-petarung di sana memang yang terbaik dari negaranya masing-masing.
Di Amerika, pengenalan olahraga MMA sudah dilakukan sejak usia dini. Sementara. menurut Jeka, kalau di Indonesia itu olahraga ini hanya menjadi olahraga sampingan.
"Petarungan UFC bukan keras saja, tapi teknik dan disiplinnya juga bagus. Memang sangat-sangat terlatih," jelas Jeka.
Baca Juga: Jeka Saragih Tantang Westin Wilson di Laga UFC Keduanya di Las Vegas 16 Juni
"Di sana rata rata (petarung) terbaik di setiap negaranya untuk dikontrak UFC. Saya lihat di sana itu sejak dini sudah dilatih. Sedangkan kita di Indonesia ini kan sampingan."
Namun, dengan masuknya cabor MMA kedalam PON, Jeka optimistis perkembangan olahraga seni bela diri campuran di Tanah Air ini akan semakin pesat.
"Harapan saya dan pecinta MMA Indonesia semoga petarung Indonesia bisa bekompetisi di ajang Internasional, khususnya du UFC," terang Jeka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









