AKURAT.CO, Tim Mixed Martial Arts (MMA) Indonesia di bawah naungan PB Pertacami mencatat sejarah baru dalam debut perdana cabang olahraga MMA di ajang Asian Youth Games (AYG) 2025 yang digelar di Manama, Bahrain, pada 23-25 Oktober 2025.
Dalam penampilan bersejarah ini, Indonesia sukses membawa pulang empat medali perunggu melalui Manayra Magani, Bumi Magani, Satria Eka, dan Gibran Alfarizi. Torehan tersebut menjadi bukti nyata perkembangan MMA Tanah Air di kancah Asia.
Partisipasi MMA di AYG 2025 menjadi momentum penting, karena untuk pertama kalinya olahraga bela diri modern ini resmi dipertandingkan di ajang multievent tingkat Asia.
Langkah tersebut sekaligus menandai makin diakuinya MMA di level internasional dan membuka peluang menuju ajang yang lebih besar seperti Asian Games.
Ketua Umum PB Pertacami, Tommy Paulus Hermawan, menyampaikan apresiasi tinggi atas perjuangan para atlet muda Indonesia yang tampil penuh semangat dan determinasi di tengah ketatnya persaingan.
"Empat medali perunggu ini bukan sekadar soal hasil, tapi bukti nyata kerja keras, disiplin, dan komitmen seluruh tim yang sudah berlatih tanpa henti sejak pertengahan 2024," kata Tommy di Jakarta, Rabu (29/10).
"Program pelatnas kami berjalan berkelanjutan dan terintegrasi dengan Fakultas Ilmu Olahraga Universitas Negeri Jakarta. Kami bangga, karena para atlet muda ini tampil dengan karakter kuat dan membawa nama Indonesia di panggung sejarah baru MMA dunia."
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari pembinaan jangka panjang yang konsisten.
PB Pertacami berkomitmen menyiapkan atlet sejak usia muda dengan dukungan pelatih berpengalaman dan pendekatan menyeluruh — mencakup aspek teknis, fisik, dan mental.
Sementara itu, Ketua Tim Pelatih MMA Indonesia, Marcos Tulio Machado, memberikan evaluasi positif atas performa anak asuhnya selama tiga hari berlaga di Bahrain. Menurutnya secara teknis atlet Indonesia tidak kalah dari negara lain.
"Mereka berlatih sepanjang tahun dengan dukungan psikologis dan fisik yang baik. Meski menghadapi faktor eksternal di luar kendali kami, para atlet tetap menunjukkan ketahanan, semangat juang, dan mental kompetitif yang luar biasa," tutur Marcos.
Menurut Marcos, pengalaman di AYG bisa menjadi pembelajaran berharga bagi para atlet muda, tidak hanya dalam hal teknik, tetapi juga dalam menanamkan nilai-nilai sportivitas dan nasionalisme.
"Dari ajang ini, para atlet belajar disiplin, fokus, respek terhadap lawan, dan semangat membela Merah Putih. Nilai-nilai ini penting dalam membentuk karakter juara di masa depan," tambahnya.
Menatap ke depan, PB Pertacami mulai fokus menyiapkan tim MMA senior Indonesia untuk tampil di SEA Games Thailand 2025.
Dengan torehan empat medali perunggu dan pengalaman berharga di panggung multievent Asia, PB Pertacami optimistis capaian di Bahrain menjadi awal dari era baru MMA Indonesia — sekaligus inspirasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.