Paralimpiade Paris: Antisipasi Selera, Atlet Indonesia Bawa Keripik, Abon, dan Gudeg

AKURAT.CO, Makanan adalah soal yang krusial bagi banyak warga Indonesia yang berpergian ke luar negeri. Tak terkecuali atlet-atlet Indonesia yang akan tampil di Paralimpiade Paris 2024.
Salah satu atlet para bulutangkis Indonesia yang akan bertanding di Paralimpiade Paris, Fredy Setiawan, misalnya, mengaku membawa makanan Indonesia ke ibukota Prancis.
“Bekal makanan khas Nusantara tentu ada. Saya bawa gudeg dan kremes,” kata Fredy Setiawan yang akan tampil di nomor tunggal putra SL4 dan ganda campuran SL3-SU5 bulutangkis Paralimpiade Paris sebagaimana dipetik dari Antara, Kamis (22/8).
Baca Juga: Menpora Resmi Lepas Atlet Indonesia untuk Paralimpiade Paris 2024 di Karanganyar
Adapun peraih medali perak bulutangkis tunggal putra Paralimpiade Tokyo 2020, Dheva Anrimusthi, mengaku akan membawa keripik untuk mempertahankan cita rasa Indonesia di Paris.
“Ada beberapa yang saya bawa, pastinya makanan yang saya suka. Seperti keripik buat teman makan nasi,” kata Dheva.
Sementara atlet para renang, Maulana Rifky Yafianda, membawa makanan yang bisa tahan lama seperti abon. “Saya bawa abon agar nanti kalau makan di sana lebih kerasa, agar tidak hambar,” kata Maulana.
Meski Paralimpiade Paris baru dimulai pada 28 Agustus mendatang, atlet Indonesia datang lebih awal untuk beradaptasi dengan cuaca.
Baca Juga: Paralimpiade Paris: Kunjungi Latihan Panahan, CdM Minta Atlet tak Canggung di Pertandingan
Rombongan pertama yang sudah tiba di Paris adalah sembilan atlet di cabang boccia dan panahan. Mereka sudah mendarat di kota yang terkenal dengan Menara Eiffel-nya itu pada 5 Agustus silam.
Sementara itu, rombongan terakhir berangkat dari Solo, Jawa Tengah, Selasa (20/8), dalam tiga gelombang. Solo dipilih menjadi markas karena di sanalah pusat latihan untuk atlet paralimpiade.
Paralimpiade Paris akan menjadi partisipasi ke-12 Indonesia di pesta olahraga difabel terbesar di dunia tersebut. Sejauh ini, capaian terbaik Indonesia adalah posisi ke-26 pada partisipasi pertama di Toronto 1976.
Tahun ini Indonesia mengirimkan total 36 atlet yang tersebar di sepuluh cabang olahraga. Ini adalah jumlah atlet terbanyak dalam sejarah keikutsertaan Merah Putih di paralimpiade.
Kontingen Indonesia berharap bisa lebih baik dari edisi sebelumnya di Tokyo 2020 dengan raihan dua emas, tiga perak, dan empat perunggu. Ketika itu Indonesia mengakhiri perhelatan di posisi ke-43.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









