AKURAT.CO, Olimpiade Paris 2024 memang belum berakhir. Namun, sejauh ini Indonesia berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan menggondol dua medali emas dan satu medali perunggu.
Medali emas disumbangkan panjat tebing nomor speed putra lewat Veddriq Leonardo. Dan satu medali emas lainnya disumbangkan angkat besi di kelas 73 kilogram putra lewat Rizki Juniansyah.
Sementara bulutangkis, cabang yang selalu diandalkan menyumbang medali emas, harus puas dengan satu medali perunggu dari sektor tunggal putri lewat Gregoria Mariska Tunjung.
Raihan dua emas dan satu perunggu mampu mengantarkan Indonesia berada di peringkat 28 klasemen sementara perolehan medali setelah sebelumnya hanya mampu bertengger di peringkat 70.
Atas capaian positif ini, Ketua Umum Komite Olimpiade (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menilai bahwa hasil ini adalah proses kebangkitan olahraga Indonesia di ajang tertinggi olahraga dunia, yakni olimpiade.
"Medali emas yang dihasilkan itu melalui hasil proses panjang. Dua kali Lagu Indonesia Raya berkumandang di Paris bukan hanya menjadi sebuah peristiwa membanggakan namun tidak bisa dilupakan," kata pria yang karib disapa Okto itu di Paris, Jumat (9/8).
"Waktu di Rio de Janeiro 2016, saya jadi CdM (Chef de Mission) dapat satu emas, di Tokyo 2020 waktu CdM pak Rosan juga dapat satu emas. Kini, di Paris 2024 Anindya Bakrie dapat dua emas."
Capaian dua emas dan satu perunggu sementara menempatkan Indonesia berada di peringkat ke-28. Namun, Okto mengingatkan tugas sudah menanti dalam menyongsong Olimpiade Los Angeles 2028.
"Ini bukan masalah peringkat, ini masalah jenjang untuk Indonesia menjadi lebih baik lagi. Olimpiade ini kan parameter tertinggi, kita harus sudah siap-siap proses kualifikasi," katanya.
"Semua cabang-cabang olahraga olympic number, supaya melakukan persiapan dua tahun dari sekarang. Tujuannya supaya Indonesia lebih banyak meloloskan atlet yang qualified, terutama di nomor-nomor team sport, seperti negara-negara lain."
"Hari ini kita bisa bangga, badminton, sport climbing, dan weightlifting bisa memberikan medali untuk Indonesia. Insyaallah besok-besok lebih banyak cabang olahraga yang memberikan medali."
Capaian dua medali emas ini sekaligus mampu mengulang perolehan medali Tim Indonesia pada 32 tahun silam saat tampil di Olimpiade Barcelona 1992.
Saat itu, Indonesia untuk pertama kalinya meraih dua medali emas lewat pebulutangkis Susy Susanti dan Alan Budikusuma.