Akurat

Olimpiade Paris: Tempuh Jalan Berliku, Rifda Irfanaluthfi Kini Sah Berstatus Olimpian

Leo Farhan | 30 Juli 2024, 11:36 WIB
Olimpiade Paris: Tempuh Jalan Berliku, Rifda Irfanaluthfi Kini Sah Berstatus Olimpian
 
 
AKURAT.CO, Pengurus Besar Persatuan Senam Seluruh Indonesia (PB Persani) mengapresiasi perjuangan dan kerja keras Rifda Irfanaluthfi di Olimpiade Paris 2024.
 
Ketua Umun PB Persani, Ita Yuliati, menyebut perjalanan Rifda Irfanaluthfi untuk bisa menyandang status olimpian pertama dari cabang olahraga senam penuh dengan lika-liku.
 
Pesenam berusia 24 tahun itu bahkan harus berjuang menahan rasa sakit akibat cedera ketika tampil di Bercy Arena, Paris, Minggu (28/7) kemarin lusa.
 
 
"Rifda telah secara sah menyandang status sebagai olimpian," kata Ita melalui keterangan resminya yang diterima Akurat.co, Senin (29/7).
 
"Perjalanan menuju Olimpiade itu yang harus kita apresiasi bersama karena tidak mudah untuk bisa mencapai olimpiade, seperti saat ini."
 
Bersaing di Olimpiade Paris 2024, Rifda Irfanaluthfi hanya turun di nomor uneven bars (palang bertingkat). Hal ini dikarenakan kondisinya yang belum pulih dari cedera pada lutut kanannya.
 
Tiga pekan sebelum Olimpiade Paris, lutut Rifda sempat bengkak saat menjalani training camp di Heerenveen, Belanda.
 
Namun, seiring berjalannya waktu, kondisinya semakin membaik karena sempat mencoba empat alat saat latihan. Hanya saja dia belum pulih 100 persen dan akhirnya diputuskan untuk tampil di tiga alat.
 
 
Tetapi, ketika menjalani sesi latihan di Paris, Rifda mengalami cedera saat melakukan lompatan di meja lompat (vaulting).
 
Penanganan telah dilakukan secara maksimal oleh dokter Tim Indonesia. Namun, kondisinya memang belum bisa pulih 100 persen, sehingga masih merasa sakit dan tidak memungkinkan turun di tiga alat. 
 
Dalam kondisi cedera, Rifda tetap memutuskan untuk menuntaskan penampilannya di Olimpiade Paris. Meski begitu ia masih harus dibantu pelatih, baik untuk berjalan jauh ke venue pertandingan atau di sekitar field of play.
 
Rifda akhirnya tampil di satu alat, yaitu uneven bars meski tidak full routine terutama pada dismount.
 
"Terlepas dari performance yang tidak sempurna, saya tetap mengapresiasi dan salut atas perjuangan Rifda dan Coach Eva," beber Ita.
 
"Selama bertahun-tahun, mereka berkerja keras untuk mewujudkan cita-citanya untuk menjadi gymnast Indonesia pertama dari Indonesia yang tampil di Olimpiade."
 
Masih menurut Ita, kini tantangan yang akan dihadapi kedepan tidaklah mudah. Gymnastics Indonesia harus bisa melanjutkan torehan sejarah yang telah dicatatkan di Paris.
 
"Selanjutnya adalah mempersiapkan Tim Gymnastics Indonesia untuk turun di 53rd FIG Artistic Gymnastics World Championship 2025 di Jakarta dan Olimpiade 2028 Los Angeles," kata Ita.
 
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H