Akurat

Demi Emas Olimpiade Paris, Latihan Rizki Juniansyah Ekstra Keras dari Biasanya

Hervin Saputra | 24 Mei 2024, 20:05 WIB
Demi Emas Olimpiade Paris, Latihan Rizki Juniansyah Ekstra Keras dari Biasanya

AKURAT.CO, Salah satu lifter yang mewakili Indonesia di Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah, mengaku bahwa latihan yang dijalaninya saat ini semakin berat. Tak lain karena persiapan menuju Olimpiade Paris.

“Latihan saat ini lebih keras lagi dari sebelumnya. Di kejuaraan sebelumnya memang latihan keras juga tapi tidak sekeras sekarang,” kata Rizki Juniansyah di Jakarta, Jumat (24/5), sebagaimana dipetik dari Antara.

Selain berlatih, Rizki Juniansyah kini juga semakin ketat dengan pola tidur. Atlet berusia 20 tahun peraih emas SEA Games Kamboja 2023 ini menyebut bahwa ia diharuskan tidur siang selain malam dengan durasi yang tak boleh kurang.

Baca Juga: Susul Eko Yuli Irawan, Rizki Juniansyah Atlet Indonesia ke-9 Lolos Olimpiade 2024 Paris

“Disiplin waktu tidur juga sangat fokus Kalau sebelumnya saya tidur sering tengah malam, sekarang sudah enggak bisa,” kata Rizki.

Masuk akal karena Rizki Juniansyah bukan saja sekadar mewakili Indonesia di Olimpiade Paris. Namun lifter yang akan turun di kelas 73 kilogram putra ini diharapkan meraih emas pertama Indonesia di cabang angkat besi olimpiade.

Sejak Rizki meraih emas dengan memecahkan rekor di SEA Games Kamboja tahun lalu, banyak pihak yang menyebut bahwa lifter ini akan menjadi peraih medali emas angkat besi pertama untuk Indonesia di cabang angkat besi olimpiade.

Namun demikian, ia masih bersaing dengan rekan senegaranya, Rahmat Erwin Abdullah, yang sempat naik ke kelas 81 kilogram. Pada Piala Dunia IWF di Phuket, Thailand, akhir Maret silam, Rizki menciptakan kejutan dengan menjadi juara di kelas 73 kilogram.

Baca Juga: Rizki Juniansyah Ternyata Punya Ritual Khusus Sebelum Bertanding

Rizki mencatatkan total angkatan 356 kilogram yang terdiri dari 164 kilogram untuk snatch dan 201 kilogram untuk clean & jerk. Ia mengungguli Shi Zi Yong dari China di posisi kedua dan Rahmat Erwin di posisi ketiga.

Sukses itu memberikan tiket Olimpiade Paris untuk Rizki karena Piala Dunia di Phuket adalah ajang kualifikasi.

Sejatinya Rahmat bisa lolos dengan jumlah angkatannya namun regulasi hanya mengizinkan setiap negara mengirimkan satu atlet di setiap kelas.

Adapun latihan menuju Olimpiade Paris saat ini dilakukan di Pelatnas PABSI (Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia) di Jakarta. Selain menyiapkan Rizki, PABSI juga menggembleng lifter kawakan Eko Yuli Irawan dan Nurul Akmal untuk pesta olahraga terakbar dunia tahun ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

B
Reporter
Badri
H