Akurat

Federasi Tenis Meja Dunia Segera Ambil Keputusan Soal Dualisme Kepengurusan di Indonesia

Ardiansyah Pratama | 22 Februari 2024, 20:25 WIB
Federasi Tenis Meja Dunia Segera Ambil Keputusan Soal Dualisme Kepengurusan di Indonesia

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) telah melakukan komunikasi intensif dengan Federasi Tenis Meja Dunia (ITTF) menyusul polemik dualisme kepengurusan yang tak kunjung henti di federasi tenis meja Indonesia.

Bahkan dalam waktu dekat, ITTF akan mengambil keputusan terkait tenis meja Indonesia di General Assembly di Busan, Korea Selatan, 27 Februari 2024 mendatang.

Salah satu agendanya adalah peninjauan kembali permasalahan tata kelola (governance) anggotanya di Indonesia.

Baca Juga: Benahi Dualisme, Menpora Pertemukan Ketua Dua Versi Federasi Tenis Meja

"Mereka menyampaikan langsung kepada kami bahwa mereka memberikan perhatian khusus dan sangat prihatin terhadap perkembangan tenis meja di Indonesia," kata ketua KOI, Radja Sapta Oktohari, melalui keterangan tertulisnya.

"Kami sangat membuka diri untuk bekerja sama dengan siapapun, terutama federasi internasional untuk menyelesaikan permasalahan olahraga yang terjadi di Indonesia."

Upaya ini diharapkan bisa membuat tenis meja Indonesia menghasilkan prestasi di single maupun multi event internasional ke depannya.

Bukan cuma itu, ITTF bahkan pernah melakukan kajian dan secara khusus menjadikan tenis meja Indonesia sebagai pembahasan di ITTF Council Meeting yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 23 Agustus 2023.

Pengalaman pada saat terjadi masalah serupa di PB ISSI (sepeda) menjadi referensi utama KOI untuk membantu menyelesaikan persoalan pada PB FHI (hoki), PB IKASI (anggar), dan juga tenis meja.

Baca Juga: Deretan Cabor yang Tak Dikirim ke SEA Games 2021, Ada Futsal dan Tenis Meja

Pelajaran yang dapat diambil dari masalah ini adalah, kata Oktohari, bahwa setiap federasi nasional adalah independen dan hanya merujuk pada aturan federasi internasionalnya yang masing-masing berpedoman pada piagam olimpiade.

"Kita harus menyadari bahwa Indonesia hanya satu bagian dari sekian banyak negara yang mengikuti tata kelola dari International Federation dan Olympic Charter," jelas pria yang karib disapa Okto tersebut.

"Kita tidak mungkin lepas dari tata kelola itu dan tidak mungkin kita semaunya sendiri. Yang pasti, apa yang kami lakukan semangatnya adalah sama, yaitu meningkatkan prestasi olahraga Indonesia."

Senada dengan sang ketua, Sekretaris Jenderal KOI, Wijaya Noeradi, menyebut permasalahan yang terjadi di tenis meja akan menjadi referensi mereka untuk melayani semua cabang-cabang olahraga dengan lebih baik lagi ke depannya.

Namun, ia juga mengimbau semua cabor harus mengikuti aturan dan tata kelola yang ada di statuta masing-masing federasi internasional untuk menjaga profesionalisme juga harga diri Indonesia di mata dunia.

"Serta menjunjung tinggi prinsip otonomi yang diatur di dalam Piagam Olimpiade dan memiliki kewajiban pengelolaan yang baik dan kepatuhan terhadap seluruh aspek dari Piagam Olimpiade dan peraturan federasi internasionalnya," kata Wijaya.

"Sebab apapun itu kita pasti tidak lepas dari radar dan perhatian negara-negara lain. Jangan sampai kita membuat sesuatu yang nantinya berdampak pada kredibilitas Indonesia di mata dunia."

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.