SEA Games Thailand Rampung Ditutup Sore Ini, Indonesia Runner-Up Pertamakali Sejak 1995

AKURAT.CO, SEA Games Thailand 2025 telah sampai pada hari penutupan. Pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara ke-33 ini bakal ditutup di Stadon Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (20/12) sore ini.
Digelar sejak 9 Desember, SEA Games Thailand 2025 diikuti 9.199 atlet dari seluruh negara ASEAN minus Kamboja. Adapun Kamboja mundur dengan memulangkan seluruh atletnya pada hari-hari pertama perhelatan.
Thailand menyelenggarakan SEA Games tahun ini dengan sejumlah persoalan yang mengiringi sebelum acara pembukaan dihelat di Stadion Rajamangala, Selasa (9/12).
Baca Juga: Closing Ceremony SEA Games 2025 Digelar Besok, Ini Waktu dan Siaran Langsungnya
Di antaranya adalah banjir yang melanda wilayah Songkhla tempat di mana sejumlah cabang olahraga dilaksanakan. Dampaknya, cabang-cabang yang dilaksanakan di kawasan tersebut dipindah ke ibukota Bangkok.
Kemudian ada Kamboja yang menarik diri karena ketegangan politik perbatasan antara negara mereka dan Thailand. Seluruh atlet Kamboja ditarik pada hari-hari pertama sementara skuad sepakbola memutuskan mundur sebelum itu.
Tuan rumah Thailand digdaya sebagai juara umum dengan mengoleksi 233 emas, 154 perak, dan 112 perunggu. Total, Thailand mengoleksi 499 medali pada SEA Games ketujuh mereka sebagai tuan rumah.
Tahun ini merupakan gelar ke-12 Thailand sepanjang keikutsertaan mereka di SEA Games sejak masih bernama SEAP Games yang hanya diikuti oleh enam negara.
Baca Juga: SEA Games: Kabaddi Putri Kunci Emas ke-80, Indonesia Capai Target di Thailand
Selisihnya dengan negara peringkat kedua, Indonesia, cukup jauh. Indonesia mengisi posisi kedua dengan total 333 medali. Rinciannya adalah 91 emas, 111 perak, dan 333 perunggu.
Pun demikian, bagi Indonesia capaian di Thailand kali ini adalah sejarah karena untuk kali pertama Merah Putih bisa menempati peringkat kedua SEA Games selama 30 tahun.
Kali terakhir Indonesia menempati posisi kedua adalah ketika Thailand juga bertindak sebagai tuan rumah, yakni di Chiang Mai 1995.
Adapun Vietnam yang senantiasa menjadi pesaing Thailand untuk posisi satu dua dalam tiga dekade terakhir, kali ini harus puas berada di belakang Indonesia.
Negara Asia Tenggara berhaluan komunis itu mengoleksi total 278 medali dengan rincian 87 emas, 81 perak, dan 278 perunggu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









