Rusia Bakal Gelar Acara Tandingan Olimpiade Paris, IOC Sebut Politisasi Olahraga

AKURAT.CO, Rusia tampaknya merencanakan konfrontasi yang semakin terang-terangan dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC). Hal ini terindikasi dengan rencana Rusia menggelar Friendship Games yang dianggap sebagai tandingan Olimpiade Paris 2024.
Sebagaimana dikabarkan BBC, Friendship Games adalah acara multicabang olahraga yang sudah digagas Rusia sejak Mei tahun lalu. Rencana ini merupakan respons atas sanksi IOC terhadap atlet Rusia dan Belarusia sehubungan perang di Ukraina.
Friendship Games dijadwalkan pada September mendatang atau tepat setelah Olimpiade Paris yang digelar pada 26 Juli–11 Agustus 2024. Hanya saja, belum diketahui negara mana saja yang akan mengirimkan atletnya ke ajang ini.
Baca Juga: Pengadilan Arbitrase Internasional Tolak Banding Kasus Pembekuan Komite Olimpiade Rusia
IOC merespons dengan mengatakan bahwa Rusia melakukan politisasi olahraga dengan menggelar Friendship Games. IOC sendiri menghukum Rusia dan Belarusia dengan hanya mengizinkan atlet dua negara itu ke Olimpiade Paris dengan status netral.
“Pemerintah Rusia telah meluncurkan diplomasi ofensif yang sangat intensif dengan mengirimkan duta dan delegasi pemerintah, juga kementerian dan otoritas kementerian lainnya, mendekati pemerintahan di seluruh dunia,” kata IOC.
IOC menuduh Rusia membujuk negara yang mereka dekati dengan tidak menggunakan jalur organisasi olahraga resmi di negara bersangkutan. Pasalnya, organisasi seperti komite olimpiade nasional berinduk ke IOC.
“Untuk membuat motivasi politik mereka semakin jelas, mereka dengan sengaja menghindari organisasi-organisasi olahraga di negara-negara yang mereka targetkan,” kata IOC.
Baca Juga: IOC Izinkan Rusia ke Olimpiade Paris, Vladimir Putin Justru Sarankan Atletnya 'Pikir-pikir Dulu'
“Ini adalah percobaan sinis oleh Federasi Rusia untuk mempolitisasi olahraga.”
Friendship Games sendiri pertamakali digelar pada 1984 oleh Uni Soviet yang memboikot Olimpiade Los Angeles di tahun yang sama.
Dibuka di Moskow, Uni Soviet, Friendship Games digelar secara terbuka dengan tuan rumah sembilan negara dalam rentang 2 Juli–16 September 1984.
Sebanyak 22 cabang olahraga dipertandingkan dengan peserta yang datang dari 49 negara kala itu. Awalnya diperkirakan 8.000 atlet akan berpartisipasi namun pada akhirnya diketahui hanya sekitar 2.300 atlet.
Berkaca pada sejarah tersebut, jika Friendship Games tahun ini benar diadakan, maka dunia olahraga telah terpolarisasi menjadi dua bagian seperti di era Perang Dingin. Bagaimana dengan Indonesia? Kita lihat saja.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








