Akurat

Kenapa Cicak Dianjurkan untuk Dibunuh dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkapnya!

Idham Nur Indrajaya | 15 September 2025, 19:34 WIB
Kenapa Cicak Dianjurkan untuk Dibunuh dalam Islam? Ini Penjelasan Lengkapnya!

AKURAT.CO Bagi banyak orang, cicak hanyalah hewan kecil yang sering menempel di dinding rumah. Namun dalam ajaran Islam, hewan ini memiliki status yang berbeda. Rasulullah SAW bahkan menganjurkan untuk membunuh cicak, dan tindakan tersebut disebut bisa mendatangkan pahala besar. Lalu, mengapa cicak disunnahkan untuk dibunuh? Apa alasan di balik anjuran ini?

Hukum Membunuh Cicak dalam Islam

Dalam sejumlah hadits, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk membunuh cicak. Hewan ini bahkan disebut sebagai fuwaisiqah, yaitu hewan kecil yang jahat.

Sa'ad bin Abi Waqqash meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Bahwa Nabi SAW memerintahkan untuk membunuh cicak dan beliau menamakannya fuwaisiqah (binatang jahat yang kecil)" (HR. Muslim).

Selain itu, membunuh cicak juga disebut sebagai amalan berpahala. Dalam riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang yang membunuh cicak dengan sekali pukulan akan mendapatkan seratus kebaikan. Jika dengan dua kali pukulan, pahalanya lebih sedikit, dan jika dengan tiga kali pukulan, pahalanya lebih sedikit lagi.

Hadits Tentang Pahala Membunuh Cicak

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan:

مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِى أَوَّلِ ضَرْبَةٍ كُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ وَفِى الثَّانِيَةِ دُونَ ذَلِكَ وَفِى الثَّالِثَةِ دُونَ ذَلِكَ

Artinya: "Barangsiapa yang membunuh cicak sekali pukul, maka dituliskan baginya pahala seratus kebaikan. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala yang kurang dari pahala pertama. Barang siapa memukulnya lagi, maka baginya pahala lebih kurang dari yang kedua," (HR. Muslim).

Hadits ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya memperbolehkan, tetapi juga menganjurkan membunuh cicak dengan cara yang cepat agar tidak menimbulkan penderitaan pada hewan tersebut.

Alasan Cicak Disunnahkan untuk Dibunuh

Anjuran membunuh cicak bukan tanpa sebab. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi ajaran ini, baik dari sisi kesehatan maupun sejarah dalam Islam.

1. Cicak Membantu Meniup Api untuk Membakar Nabi Ibrahim AS

Salah satu riwayat populer menyebutkan bahwa ketika Nabi Ibrahim AS hendak dibakar oleh Raja Namrud, semua hewan berusaha membantu memadamkan api. Namun, cicak justru meniup api agar semakin besar.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أُمِّ شَرِيكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِقَتْلِ الْوَزَغِ وَقَالَ كَانَ يَنْفُخُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَم

Artinya: "Rasulullah SAW memerintahkan untuk membunuh cicak. Beliau bersabda, 'Dahulu cicak ikut membantu meniup api Ibrahim AS'," (HR. Bukhari).

Kisah ini menjadi salah satu dasar mengapa cicak dianggap sebagai hewan yang jahat.

2. Cicak Membawa Penyakit

Selain alasan historis, cicak juga dianggap berbahaya bagi kesehatan. Hewan ini membawa ribuan bakteri di mulutnya. Jika kotoran atau air liurnya jatuh ke makanan atau minuman, hal ini dapat menimbulkan masalah kesehatan serius.

Imam An-Nawawi dalam syarah hadits menjelaskan bahwa salah satu alasan utama cicak dianjurkan untuk dibunuh adalah karena potensi penyebaran penyakit yang dibawanya.

3. Cicak Termasuk Hewan Fasik

Dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW menyebut cicak sebagai hewan fasik atau fuwaisiqah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh tokek, beliau menyebut hewan ini dengan hewan yang fasik. (HR. Muslim).

Istilah fasik digunakan untuk menggambarkan perilaku yang menyimpang, merusak, dan tidak taat kepada Allah SWT. Karena itu, cicak dipandang sebagai hewan yang membawa mudarat dan tidak memiliki manfaat berarti bagi kehidupan manusia.

4. Cicak Jadi Sahabat Para Penyihir

Dalam tradisi sebagian ulama, cicak juga sering dikaitkan dengan praktik sihir. Hewan ini disebut-sebut menjadi "teman" para setan dan tukang sihir. Mereka kerap menggunakan cicak atau tokek sebagai media dalam melakukan praktik ilmu hitam.

Selain itu, kotoran cicak yang najis bisa mengganggu kebersihan rumah dan bahkan berpotensi mencemari area ibadah.

5. Membunuh Cicak Mendapat Pahala

Alasan terakhir sekaligus yang paling jelas adalah pahala yang dijanjikan dalam hadits. Membunuh cicak dengan sekali pukul akan dicatat sebagai seratus kebaikan.

Dalam riwayat lain disebutkan:

قالَ رَسُولُ الله صلى الله عليه وسلم من قتل وزعة في أول ضربة فله كذا وكذا حسنة ومن قتلها في الطرية الثانية فله كذا وكذا حسنة الدون الأولى وإن قتلها في الضربة الثالثة فله كذا وكذا حَسَنَةٌ لِدُونِ الثانية

Artinya: "Barangsiapa membunuh waza (cicak) dengan sekali pukulan, Allah akan mencatatnya 100 kebaikan, dan dengan dua kali pukulan, kurang dari itu, dan dengan tiga kali pukulan, lebih sedikit lagi," (HR. Muslim).

Hal ini tidak hanya menunjukkan keutamaan membunuh cicak, tetapi juga menekankan pentingnya melakukannya dengan cara yang cepat dan efektif agar hewan tersebut tidak menderita.

Kisah Lain Tentang Cicak dalam Islam

Selain peristiwa pembakaran Nabi Ibrahim AS, ada riwayat lain yang menyebut cicak ikut memberi tahu keberadaan Nabi Muhammad SAW kepada kaum Quraisy ketika beliau bersembunyi di dalam gua. Kisah ini semakin memperkuat citra negatif cicak dalam ajaran Islam.

Bahkan, beberapa literatur Islam menyebut bahwa cicak termasuk hewan yang tidak membawa manfaat, tetapi justru menjadi pengganggu dan pembawa mudarat.

Kesimpulan

Dalam ajaran Islam, cicak termasuk hewan yang disunnahkan untuk dibunuh. Hal ini didasarkan pada hadits-hadits shahih yang menyebutkan bahwa cicak adalah fuwaisiqah (hewan kecil yang jahat), membantu meniup api untuk membakar Nabi Ibrahim AS, berpotensi menularkan penyakit, hingga dianggap sebagai hewan yang dekat dengan praktik sihir.

Selain itu, membunuh cicak juga disebut mendatangkan pahala besar, terutama jika dilakukan dengan sekali pukul. Namun, anjuran ini tetap harus dilaksanakan dengan cara yang baik sesuai ajaran Rasulullah SAW, yakni tidak menyiksa hewan dan melakukannya secara cepat.

Dengan memahami hikmah di balik anjuran ini, umat Islam bisa melihat bahwa setiap perintah Rasulullah SAW selalu memiliki manfaat, baik dari sisi kesehatan, sejarah, maupun spiritual.

Baca Juga: Tindakan Membobol Rekening Milik Orang Lain dalam Perspektif Islam

Baca Juga: Urgensi Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Islam

FAQ Seputar Hukum Membunuh Cicak dalam Islam

1. Kenapa cicak disunnahkan untuk dibunuh dalam Islam?
Cicak termasuk hewan fasik (الفويسقة) yang dianjurkan dibasmi. Dalam hadits riwayat dari Ummu Syarik radhiyallāhu ‘anhā, Rasulullah ﷺ bersabda:

«أَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِقَتْلِ الْوَزَغِ»
“Rasulullah ﷺ memerintahkan untuk membunuh cicak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Apakah membunuh cicak mendapatkan pahala?
Ya. Dalam hadits riwayat Muslim, Nabi ﷺ bersabda:

«مَنْ قَتَلَ وَزَغًا فِي الضَّرْبَةِ الْأُولَى فَلَهُ كَذَا وَكَذَا حَسَنَةً»
“Barangsiapa membunuh cicak dengan sekali pukulan, maka baginya seratus kebaikan.”

3. Apakah cicak berbahaya bagi manusia?
Cicak sering membawa bakteri di mulut dan kotorannya. Jika terkena makanan atau minuman, dapat menyebabkan penyakit. Hal ini sesuai dengan hikmah larangan membiarkannya.

4. Apakah membunuh cicak wajib atau sunnah?
Hukum membunuh cicak adalah sunnah (مستحب), bukan wajib. Namun jika cicak menimbulkan bahaya nyata, maka sebagian ulama menilainya bisa menjadi wajib.

5. Bagaimana cara membunuh cicak yang dianjurkan?
Rasulullah menganjurkan membunuh cicak dengan sekali pukulan agar cepat mati dan tidak menimbulkan penderitaan berlebih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.