Akurat

Urgensi Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Islam

Fajar Rizky Ramadhan | 13 September 2025, 11:00 WIB
Urgensi Program Makan Bergizi Gratis dalam Perspektif Islam

AKURAT.CO Program makan bergizi gratis bagi anak-anak sekolah menjadi salah satu isu yang semakin penting dalam pembangunan nasional. Program ini menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Isu ini tidak hanya terkait dengan aspek gizi dan kesehatan, tetapi juga menyentuh ranah keagamaan, moral, dan keberlanjutan masa depan bangsa. Perspektif Islam memberikan dasar yang kuat mengenai urgensi pemenuhan gizi anak sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul.

Dalam konteks pembangunan manusia, anak-anak sekolah merupakan kelompok strategis yang akan menentukan arah bangsa di masa depan.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam akses gizi seimbang. Riset Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 mencatat prevalensi stunting di Indonesia masih berada pada angka 21,6 persen.

Angka ini berarti satu dari lima anak Indonesia mengalami hambatan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis. Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat memengaruhi kualitas pendidikan, produktivitas, bahkan ketahanan nasional.

Baca Juga: MBG Hadir di Pelosok, Ibu Hamil hingga Balita Rasakan Manfaatnya

Islam sejak awal menempatkan kesehatan dan pemeliharaan tubuh sebagai bagian dari amanah. Al-Qur’an menegaskan, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al-Baqarah: 195).

Ayat ini sering dipahami para ulama sebagai seruan menjaga kesehatan jasmani maupun rohani. Pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak sekolah termasuk dalam ikhtiar menjaga amanah tersebut.

Ulama kontemporer, Prof. Quraish Shihab, dalam salah satu tafsirnya menyatakan bahwa perhatian terhadap kebutuhan dasar, termasuk makanan, adalah bagian dari maqashid al-syari’ah, yaitu tujuan-tujuan utama syariat Islam.

Ia menegaskan, menjaga jiwa (hifz al-nafs) dan menjaga akal (hifz al-‘aql) tidak mungkin tercapai tanpa pemenuhan gizi yang cukup sejak usia dini. Dengan kata lain, program makan bergizi gratis di sekolah bukan hanya urusan kesehatan, tetapi juga ibadah sosial yang bernilai spiritual.

Penelitian dari Journal of Nutrition (2021) menunjukkan bahwa pemberian makanan bergizi secara rutin di sekolah dapat meningkatkan konsentrasi belajar hingga 20 persen.

Anak-anak yang memperoleh asupan makanan bergizi juga memiliki peluang lebih tinggi untuk menyelesaikan pendidikan dengan baik. Hal ini relevan dengan perintah Nabi Muhammad SAW yang mendorong umat Islam untuk menuntut ilmu sejak kecil hingga dewasa.

Hadis populer “thalabul ‘ilmi faridhatun ‘ala kulli muslimin wa muslimah” (menuntut ilmu itu wajib bagi setiap Muslim laki-laki maupun perempuan) menunjukkan bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban yang memerlukan dukungan fisik yang sehat.

Dari perspektif sosial, program makan bergizi gratis juga menjadi bentuk nyata solidaritas dan keadilan sosial. Islam sangat menekankan pentingnya distribusi yang adil terhadap kebutuhan pokok masyarakat. Dalam QS. Al-Hasyr ayat 7 ditegaskan agar harta tidak hanya berputar di kalangan orang kaya saja.

Program ini dapat dipandang sebagai wujud konkret implementasi ayat tersebut dalam konteks modern, di mana negara hadir memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu juga berhak mendapatkan gizi layak untuk tumbuh kembang mereka.

Baca Juga: Oki Setiana Dewi Jadi Dosen Tetap S3 Manajemen Pendidikan Islam UMJ

Urgensi program ini semakin jelas ketika dikaitkan dengan masa depan bangsa. Anak-anak yang sehat, cerdas, dan berdaya saing merupakan pondasi utama Indonesia Emas 2045. Tanpa generasi yang sehat, cita-cita besar bangsa untuk menjadi negara maju akan terhambat.

Oleh karena itu, investasi dalam bentuk makanan bergizi gratis sejatinya adalah investasi jangka panjang yang sejalan dengan nilai-nilai Islam dan kebutuhan pembangunan nasional.

Sebagaimana ditegaskan oleh KH. Ahmad Musthofa Bisri atau Gus Mus, “Agama itu bukan hanya soal ibadah ritual, tapi juga soal bagaimana kita peduli kepada sesama, terutama anak-anak kita yang akan melanjutkan kehidupan bangsa ini.”

Pandangan tersebut memberi penekanan bahwa kepedulian pada gizi anak merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual seluruh masyarakat.

Dengan demikian, urgensi program makan bergizi gratis tidak bisa lagi dipandang sebelah mata. Dari perspektif Islam, program ini merupakan bagian dari ikhtiar menjaga amanah Allah berupa anak-anak, memastikan generasi yang lebih kuat, serta mewujudkan cita-cita keadilan sosial.

Dari perspektif ilmiah, program ini terbukti meningkatkan konsentrasi belajar, produktivitas, dan daya saing bangsa. Perpaduan antara dalil agama dan data ilmiah menjadi landasan kuat untuk mendorong pemerintah dan masyarakat bersama-sama mendukung kebijakan strategis ini demi masa depan Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.