Akurat

Jadi Pemimpin Seperti Rasulullah SAW, Ngemis Jabatan Tanda Rakus, Berikut Kriterianya

Ratu Tiara | 23 November 2023, 14:52 WIB
Jadi Pemimpin Seperti Rasulullah SAW, Ngemis Jabatan Tanda Rakus, Berikut Kriterianya

AKURAT.CO Memilih pemimpin yang tepat tentu menjadi harapan bagi masyarakat Indonesia, terlebih mendekati masa Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden 2024 mendatang. Harapan ini hadir demi meraih kesejahteraan masyarakat sebagaimana Rasulullah SAW memimpin umatnya dahulu.

Dalam Islam, teladan kepemimpinan telah tercermin pada diri Rasulullah SAW beserta para nabi, sahabat, dan khalifah lainnya.

Baca Juga: Tafsir Al-Quran Surah Al-Ma'idah Ayat 51, Pesan Allah Untuk Tidak Menjadikan Kelompok Yahudi Sebagai Pemimpin

Dilansir dari NU Online, Nabi SAW sendiri pernah bersabda mengenai kriteria untuk menjadi seorang pemimpin dalam hadis-hadis berikut:

1. Tidak meminta jabatan

Seorang pemimpin yang meminta jabatan identik dengan sifat rakus dan tamak yang termasuk ke dalam sifat tercela, terlebih untuk dimiliki seorang pemimpin. Maka dari itu Nabi SAW melarang seseorang meminta jabatan sebagaimana hadis berikut:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ سَمُرَةَ لَا تَسْأَلْ الْإِمَارَةَ فَإِنَّكَ إِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ مَسْأَلَةٍ وُكِلْتَ إِلَيْهَا وَإِنْ أُعْطِيتَهَا عَنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ أُعِنْتَ عَلَيْهَا وَإِذَا حَلَفْتَ عَلَى يَمِينٍ فَرَأَيْتَ غَيْرَهَا خَيْرًا مِنْهَا فَكَفِّرْ عَنْ يَمِينِكَ وَأْتِ الَّذِي هُوَ خَيْرٌ

Artinya: “Dari Abdurrahman bin Samurah, beliau mengatakan: “Nabi SAW berkata kepadaku: “Wahai Abdurrahman bin Samurah, janganlah kamu meminta jabatan, sebab jika kamu diberi jabatan dengan tanpa meminta, maka kamu akan ditolong. Dan jika kamu diberinya karena meminta, maka kamu akan ditelantarkan. Dan jika kamu bersumpah, lantas kamu lihat ada suatu yang lebih baik, maka bayarlah kafarat sumpahmu dan lakukanlah yang lebih baik.” (HR. Bukhari). 

2. Bertanggung jawab atas jabatannya

Salah satu kriteria utama menjadi pemimpin tentu bersifat amanah, yakni bertanggung jawab, sebagaimana sifat kepemimpinan Nabi SAW:  

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى أَهْلِ بَيْتِ زَوْجِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ وَعَبْدُ الرَّجُلِ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ أَلَا فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Artinya: “Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Ketahuilah setiap dari kalian adalah seorang pemimpin, dan kalian akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpin. Penguasa yang memimpin orang banyak akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, setiap kepala keluarga adalah pemimpin anggota keluarganya dan dia dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya, dan istri pemimpin terhadap keluarga suaminya dan juga anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap mereka, budak juga seorang pemimpin terhadap harta tuannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadapnya, ketahuilah, setiap kalian adalah bertanggung jawab atas yang dipimpinnya.”  (HR. Muslim).

Baca Juga: Diyakini Menghemat Anggaran Desa, Papdesi Wonogiri Desak Revisi UU Desa-Usulan Masa Jabatan Kades 9 Tahun

3. Pemimpin dan rakyat saling mencintai

Memilih pemimpin yang mampu mencintai dan dicintai juga oleh rakyatnya turut menjadi anjuran dari Nabi SAW:

خِيارُ أئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ ويُحِبُّونَكُمْ، ويُصَلُّونَ علَيْكُم وتُصَلُّونَ عليهم، وشِرارُ أئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ ويُبْغِضُونَكُمْ، وتَلْعَنُونَهُمْ ويَلْعَنُونَكُمْ

Artinya: “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian cintai dan mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka pun mendoakan kalian. Dan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian benci dan membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.” (HR. Muslim).

(Yasmina Nuha)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

F
Reporter
Fahri Hilmi
R