Akurat Logo

Tafsir Al-Quran Surah Al-Ma'idah Ayat 51, Pesan Allah Untuk Tidak Menjadikan Kelompok Yahudi Sebagai Pemimpin

Tria Sutrisna | 21 November 2023, 16:44 WIB
Tafsir Al-Quran Surah Al-Ma'idah Ayat 51, Pesan Allah Untuk Tidak Menjadikan Kelompok Yahudi Sebagai Pemimpin

AKURAT.CO - Kaum Yahudi menjadi kaum yang diwanti-wanti oleh Allah SWT dalam ayat suci Al-Quran, salah satunya agar umat Islam tidak menjadikan mereka sebagai pemimpin.

Satu di antara ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang ini ialah Surat Al-Maidah Ayat 51 yang isinya tentang larangan menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Terutama dalam urusan agama.

Larangan menjadikan kaum yahudi sebagai pemimpin ini  bahkan diulang beberapa kali dalam Al-Qur'an, menandakan kepentingan besar dalam menjaga prinsip ini.

Al-Maidah ayat 51:

 أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Yā ayyuhallażīna āmanụ lā tattakhiżul-yahụda wan-naṣārā auliyā`, ba'ḍuhum auliyā`u ba'ḍ, wa may yatawallahum mingkum fa innahụ min-hum, innallāha lā yahdil-qaumaẓ-ẓālimīn

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Baca Juga: Tafsir Surah Al-Baqarah Ayat 54: Orang-orang Palestina Yang Wafat Terbunuh Oleh Israel Ternyata Tidak Mati

Tafsir Surat Al-Maidah ayat 51

Mengutip dari Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, karya Muhamad Wahyudi, penafsiran Surat Al-Maidah Ayat 51 dalam kitab tafsir Al-Azhar yang ditulis oleh Haji Abdul Karim Malik Amrullah (Hamka).

Dalam Tafsir Al-Azhar, Hamka mengartikan surat Al-Maidah ayat 51 sebagai berikut: 

”Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mengambil orang Yahudi dan Nasrani menjadi  pemimpin-pemimpin;  sebagian  mereka  adalah  pimpinan-pimpinan  dari  yang sebagian.   Dan   barang   siapa   menjadikan   mereka   pemimpin   di   antara   kamu,   maka sesungguhnya  dia  itu  telah  tergolong  dari  mereka.  Sesungguhnya  Allah  tidaklah  akan memberi petunjuk kepada kaum yang zalim.”

Dalam penjelasannya, Hamka menyatakan bahwa bagi orang beriman, tidak memberikan kepemimpinan kepada orang Yahudi, Nasrani, atau mereka yang tidak seharusnya mengetahui rahasia orang mukmin adalah konsekuensi logis dari keyakinannya.

Ini karena memberikan tanggung jawab seperti itu kepada mereka tidak akan menyelesaikan masalah, melainkan justru memunculkan masalah baru. 

Baca Juga: Tafsir Surah Al-Ma'idah Ayat 21: Yerussalem Bukan Milik Zionis Israel, Tetapi Milik Orang-orang Mukmin

Lebih jauh juga Hamka menjelaskan bahwa penggunaan istilah Yahudi dan Nasrani dalam ayat tersebut tidak bermaksud merujuk kepada Ahlul Kitab, karena pada dasarnya ajaran kitab-kitab mereka tidak bertentangan dengan ajaran tauhid yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW.

Namun, dengan adanya fanatisme, ajaran yang sejalan dengan Islam terlupakan. Jika orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin, meskipun hanya sebagian kecil, mereka tetap akan bersama dengan orang-orang yang memiliki pandangan serupa.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

T
Lufaefi
Editor
Lufaefi