7 Penyesalan Setelah Kematian Yang Dijelaskan Al-Quran

AKURAT.CO Penyesalan adalah rasa tidak senang yang muncul karena telah melakukan sesuatu yang tidak baik seperti telah berbuat dosa, kesalahan, dan sebagainya.
Penyesalan merupakan suatu hal yang wajar terjadi dalam kehidupan dan pastinya dialami oleh semua orang.
Rasa menyesal tidak hanya dirasakan saat masih hidup di dunia tetapi penyesalan juga akan dirasakan setelah kematian, yakni di akhirat kelak. Penyesalan dilarang ialah menyesal akan takdir yang telah berlalu dalam kehidupan.
Namun, ada penyesalan yang diperbolehkan bagi seseorang yaitu menyesal akan perbuatan dosa yang telah berlalu, sehingga mendorongnya untuk melakukan berbuat yang baik atau beramal Shaleh. Emosi juga menjadi bagian dari rasa penyesalan karena melibatkan pemikiran kontra-faktual.
Baca Juga: Kisah Penyesalan Bani Umayyah akibat Terlambat Masuk Islam
Dalam Islam, dijelaskan mengenai penyesalan yang akan dirasakan setelah kematian sebagaimana dikutip dari berbagai sumber pada Kamis 912/10/2023) berikut ini tujuh penyesalan setelah kematian yang dijelaskan dalam al-Quran:
7 Penyesalan Setelah Kematian Yang Terdapat Dalam Al-Quran
- Dijelaskan melalui surah al-An’am ayat 27 tentang seseorang yang sudah meninggal , kemudian berandai-andai untuk kembali ke dunia.
وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُوا۟ يَٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
Artinya: “ Dan seandainya engkau (Muhammad) melihat mereka dihadapkan ke neraka, mereka berkata; Seandainya kami dikembalikan (ke dunia) tentu kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.”
- Surah al-Mudassir ayat 42-46 yang menjelaskan tentang penyebab orang-orang yang masuk ke dalam neraka saqor.
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ ﴿ ٤٢﴾
قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ ﴿ ٤٣﴾
وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ ﴿ ٤٤﴾
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ ﴿ ٤٦﴾
حَتَّىٰ أَتَانَا الْيَقِينُ ﴿ ٤٧﴾
Artinya: “Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam neraka Saqor? Mereka menjawab, dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat dan kami (juga0 tidak memberi amkan orang miskin. Bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya, dan kami mendustakan hari pembalasan.”
Baca Juga: Ibunda Maudy Ayunda Ternyata Memiliki Penyesalan Mendalam, Apa Itu?
- Surah al-Haqqah ayat 28-29 yang menjelaskan tentang pikiran orang sebelum meninggal.
مَآ أَغْنَىٰ عَنِّى مَالِيَهْ ۜ
هَلَكَ عَنِّي سُلْطَانِيَهْ
Artinya: “ Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku, kekuasaanku telah hilang dariku.”
- Surah an-Naba ayat 40
إِنَّآ أَنذَرْنَٰكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ ٱلْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلْكَافِرُ يَٰلَيْتَنِى كُنتُ تُرَٰبًۢا
Artinya: Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (orang kafir) azab yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata, alangkah baiknya seandainya dahulu aku jadi tanah.”
- Surah al-Furqon ayat 28
يَٰوَيْلَتَىٰ لَيْتَنِى لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا
Artinya: “ Celakalah aku sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si Fulan itu teman akrab (ku).”
- Surah al-Ahzab ayat 66 menjelaskan tentang penyesalan orang yang sudah meninggal karena tidak taat kepada Allah swt.
يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوهُهُمْ فِى ٱلنَّارِ يَقُولُونَ يَٰلَيْتَنَآ أَطَ عْنَاٱللَّهَ وَأَطَعْنَا ٱلرَّسُولَا۠
Artinya: “ Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata; wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”
- Surah al-Kahfi ayat 42
وَأُحِيطَ بِثَمَرِهِۦ فَأَصْبَحَ يُقَلِّبُ كَفَّيْهِ عَلَىٰ مَآ أَنفَقَ فِيهَا وَهِىَ خَاوِيَةٌ عَلَىٰ عُرُوشِهَا وَيَقُولُ يَٰلَيْتَنِى لَمْ أُشْرِكْ بِرَبِّىٓ أَحَدًا
Artinya: “ Dan harta kekayaan dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata. Betapa sekiranya dahulu aku tidak menyekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.”
Ketujuh ayat menjelaskan bahwa penyesalan setelah kematian amat pedih, sehingga orang-orang yang telah meninggal merasa menyesal dan ingin kembali ke dunia untuk memperbaiki kesalahannya sebelum kematian tiba.
Oleh sebab itu, taatlah kepada Allah swt. dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Sungguh Allah maha mengetahui dan maha pengampun atas perbuatan hamba-hamba-Nya asalkan mau bertobat dan menyesali perbuatan yang telah dilakukan.
Wallahu a’alam bissawab. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









