40 Hari Meninggalnya Affan Kurniawan: Gojek dan Mitra Driver Hadiri Acara Tahlilan

AKURAT.CO Sebagai wujud perhatian dan komitmen kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan, Gojek bersama perwakilan mitra driver menghadiri acara doa dan tahlilan 40 hari yang digelar di Jakarta. Momen ini berlangsung sederhana namun penuh khidmat, dipimpin oleh Habib Ja’far dan dihadiri ratusan driver Gojek yang datang dengan niat tulus untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga almarhum.
Dalam acara ini, Gojek turut memfasilitasi jalannya tahlilan sebagai bentuk pendampingan dan dukungan menyeluruh yang telah dilakukan sejak awal kejadian. Kehadiran perusahaan dan para mitra menunjukkan bahwa solidaritas dalam keluarga besar Gojek bukan hanya sekadar kata, tetapi benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata.
Dukungan Gojek Sejak Awal Kejadian
Sejak kabar duka meninggalnya Affan mencuat ke publik, Gojek bergerak cepat untuk mendampingi keluarga almarhum. Mulai dari penanganan di rumah sakit, proses pemakaman, hingga penyaluran santunan, seluruh tahapan dijalankan dengan pendampingan dari pihak perusahaan.
Bambang AW, Direktur Operasional Gojek, mengatakan bahwa sejak awal, GoTo dan Gojek berupaya untuk terus mendampingi keluarga, serta menyampaikan dukungan baik secara moril maupun materiil. Mereka juga berupaya untuk memastikan seluruh proses, mulai dari di rumah sakit, pemakaman, hingga santunan untuk keluarga berjalan dengan baik.
"Selain itu, kami juga berharap agar bantuan dari kami untuk adik Almarhum melalui dukungan beasiswa dan kesempatan kerja bagi kakak Almarhum, dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujar Bambang AW, Direktur Operasional Gojek melalui pernyataan tertulis yang diterima Akurat.co, Rabu, 8 Oktober 2025.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Gojek tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan transportasi, melainkan juga institusi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan solidaritas terhadap para mitranya.
Nilai “Saling Jaga” Jadi Semangat Bersama
Dalam kesempatan yang sama, Bambang AW menyampaikan rasa terima kasih kepada keluarga almarhum dan seluruh mitra yang telah hadir dan saling menguatkan.
“Terima kasih sebesar-besarnya kami haturkan kepada keluarga Almarhum yang telah menerima kami dengan begitu hangat, dan juga kepada para mitra yang selalu hadir, saling menguatkan, dan menjaga satu sama lain,” tuturnya.
Momen ini menjadi pengingat penting bagi keluarga besar GoTo dan Gojek, bahwa semangat Saling Jaga bukan sekadar slogan, tetapi nilai yang benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, baik di masa suka maupun duka.
Bentuk Nyata Empati dan Kepedulian
Kehadiran Gojek dalam acara tahlilan ini juga menjadi bentuk nyata dari komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan mitra dan keluarganya. Selain pendampingan langsung, Gojek juga memberikan dukungan beasiswa untuk adik almarhum serta kesempatan kerja bagi kakaknya, agar keluarga yang ditinggalkan dapat tetap melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
Langkah ini mencerminkan pendekatan kemanusiaan yang menjadi inti budaya Gojek, di mana hubungan antara perusahaan dan mitra tidak berhenti pada urusan pekerjaan, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kehidupan sosial mereka.
Latar Belakang: Tragedi yang Mengguncang Publik
Nama Affan Kurniawan mendadak menjadi sorotan nasional sejak akhir Agustus 2025. Pemuda berusia 21 tahun ini meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada malam 28 Agustus 2025. Peristiwa itu terjadi di tengah situasi demonstrasi yang berlangsung di sekitar Gedung DPR RI.
Kabar duka menyebar luas di media sosial. Banyak warganet menuntut keadilan setelah beredar video yang memperlihatkan detik-detik kendaraan Brimob menabrak seorang pengemudi ojek online — yang kemudian diketahui adalah Affan Kurniawan.
Sosok Affan Kurniawan
Affan lahir pada 18 Juli 2004 dan dikenal sebagai pribadi pendiam, rajin, serta bertanggung jawab. Sehari-hari ia bekerja sebagai driver Gojek untuk membantu ekonomi keluarga, menjadi tulang punggung di usia muda. Rekan-rekannya menggambarkan Affan sebagai sosok pekerja keras.
Kronologi Kejadian di Pejompongan
Peristiwa tragis itu terjadi pada 28 Agustus 2025. Sekitar pukul 19.30 WIB, aparat Brimob melakukan pengamanan di sekitar Gedung DPR RI. Di saat bersamaan, sebuah kendaraan taktis jenis Barracuda melintas di Jalan Penjernihan, Pejompongan, dan menabrak Affan yang saat itu sedang beraktivitas sebagai driver ojek online.
Warga sekitar bersama para ojol berusaha menolong dan membawa Affan ke RSCM, namun nyawanya tak terselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka parah.
Pemakaman dan Gelombang Dukungan
Keesokan harinya, 29 Agustus 2025, jenazah Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak. Ratusan driver ojol mengiringi pemakaman dengan menyalakan hazard lampu dan membentangkan spanduk solidaritas. Tagar #JusticeForAffan dan #PolisiPembunuhRakyat pun sempat menjadi trending topic nasional, menandakan dukungan luas dari masyarakat yang menuntut keadilan.
Tanggapan Kepolisian dan Pemerintah
Menanggapi reaksi publik, pihak kepolisian memeriksa tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan rantis tersebut. Kapolri dan Kapolda Metro Jaya menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban serta menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan.
Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan belasungkawa mendalam, berjanji bahwa negara akan memberikan perhatian kepada keluarga almarhum, serta memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Tuntutan Komunitas Ojek Online
Komunitas pengemudi ojek online di berbagai daerah menyerukan keadilan dan perlindungan hukum bagi seluruh driver. Mereka mendesak pembentukan tim pencari fakta independen dan evaluasi prosedur pengamanan massa agar tidak kembali menelan korban sipil.
Perwakilan asosiasi driver menegaskan bahwa Affan bukan bagian dari massa aksi, melainkan hanya sedang menjalankan pekerjaannya. Fakta ini memperkuat sorotan publik terhadap dugaan kelalaian aparat di lapangan.
Refleksi: Keadilan untuk Affan dan Arti “Saling Jaga” yang Sesungguhnya
Tragedi yang menimpa Affan Kurniawan menjadi pengingat bahwa keamanan dan keadilan adalah hak semua warga sipil, termasuk para pekerja lapangan seperti pengemudi ojek online. Dalam duka mendalam ini, langkah Gojek untuk terus mendampingi keluarga almarhum menjadi contoh nyata bagaimana nilai Saling Jaga bisa dihidupi — tidak hanya dalam situasi senang, tapi juga di tengah kehilangan.
Baca Juga: Diiringi Hujan, Ratusan Ojol Demo di Depan Gedung DPR
Baca Juga: Prabowo Dikabarkan Akan Keluarkan Perpres, Tampung Aspirasi Pengemudi Ojol
FAQ
1. Siapa Affan Kurniawan?
Affan Kurniawan adalah seorang pengemudi ojek online (driver Gojek) berusia 21 tahun yang meninggal dunia pada 28 Agustus 2025 di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Ia dikenal sebagai sosok pendiam, rajin, dan bertanggung jawab yang bekerja keras untuk membantu ekonomi keluarganya.
2. Apa yang sebenarnya terjadi pada Affan Kurniawan?
Affan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob saat terjadi pengamanan demonstrasi di sekitar Gedung DPR RI. Insiden tersebut memicu gelombang dukungan dan desakan publik agar aparat bertanggung jawab dan proses hukum berjalan transparan.
3. Bagaimana tanggapan Gojek terhadap tragedi ini?
Sejak awal kejadian, Gojek memberikan pendampingan penuh kepada keluarga almarhum, termasuk membantu proses di rumah sakit, pemakaman, hingga santunan. Gojek juga memberikan dukungan beasiswa untuk adik Affan dan kesempatan kerja bagi kakaknya.
4. Apakah Gojek hadir dalam acara tahlilan 40 hari Affan Kurniawan?
Ya. Gojek bersama perwakilan mitra driver menghadiri acara doa dan tahlilan 40 hari yang digelar keluarga di Jakarta. Acara tersebut berlangsung sederhana namun khidmat dan dipimpin oleh Habib Ja’far. Kehadiran ini menjadi bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keluarga almarhum.
5. Apa pesan Gojek dalam acara tahlilan tersebut?
Direktur Operasional Gojek, Bambang AW, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga dan memberikan dukungan moril maupun materiil. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada keluarga almarhum dan para mitra yang saling menguatkan satu sama lain.
6. Bagaimana perkembangan penyelidikan kasus Affan Kurniawan?
Pihak kepolisian telah memeriksa tujuh anggota Brimob yang berada di dalam kendaraan rantis tersebut. Kapolri dan Kapolda Metro Jaya menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa proses hukum dilakukan secara transparan.
7. Apa langkah komunitas ojek online setelah tragedi ini?
Komunitas dan asosiasi pengemudi ojol di berbagai daerah menyuarakan solidaritas dan menuntut pembentukan tim pencari fakta independen. Mereka juga mendesak adanya perlindungan hukum yang lebih kuat bagi seluruh driver yang bekerja di ruang publik.
8. Apa makna dari semangat “Saling Jaga” yang disampaikan Gojek?
Saling Jaga merupakan nilai inti yang dijunjung tinggi oleh Gojek. Artinya, seluruh keluarga besar perusahaan dan mitra saling menjaga, saling menguatkan, dan hadir satu sama lain — tidak hanya di saat senang, tetapi juga dalam masa duka dan kesulitan.
9. Apa bentuk dukungan Gojek untuk keluarga Affan ke depan?
Selain santunan, Gojek memberikan dukungan pendidikan untuk adik Affan dan kesempatan kerja bagi kakaknya, sebagai bentuk komitmen jangka panjang untuk membantu keberlanjutan kehidupan keluarga almarhum.
10. Mengapa kasus Affan Kurniawan menjadi perhatian publik luas?
Karena tragedi ini dianggap mencerminkan pentingnya perlindungan bagi warga sipil di ruang publik dan akuntabilitas aparat negara dalam menjalankan tugasnya. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa setiap pekerja, termasuk driver ojek online, berhak atas rasa aman saat menjalankan pekerjaannya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









