Fakta-fakta Kecelakaan Bus RS Bina Sehat di Bromo: Jumlah Korban, Identitas, dan Penyebab Rem Blong

AKURAT.CO Inilah fakta-fakta kecelakaan bus RS Bina Sehat di Bromo yang terjadi pada Minggu (14/9/2025) kemarin.
Kecelakaan maut ini terjadi tepatnya di lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Baca Juga: Kaltim Catat Lebih 7.000 Kasus Kecelakaan Kerja, Seminar K3 Jadi Langkah Pencegahan
Sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember mengalami dugaan rem blong saat melaju di jalur turunan curam.
Bus yang mengangkut 52 penumpang tersebut kehilangan kendali, lalu oleng dan akhirnya menabrak pagar pembatas jalan hingga mengalami kerusakan parah.
Jumlah Korban dan Identitas
Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian dan rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, tercatat 8 orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka, mulai dari luka ringan hingga luka berat.
Korban merupakan karyawan RS Bina Sehat Jember yang saat itu sedang mengikuti kegiatan rekreasi dalam rangka tasyakuran atau ungkapan rasa syukur atas kelulusan sejumlah karyawan yang baru menyelesaikan pendidikan strata satu (S1).
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan proses identifikasi terhadap para korban. Beberapa di antaranya telah berhasil dikenali dan informasinya telah disampaikan kepada pihak keluarga.
Berikut ini adalah daftar sementara korban jiwa dalam kecelakaan yang telah berhasil diidentifikasi oleh pihak berwenang:
1. Hesty P – Ahli gizi di RS Bina Sehat (RSBS)
2. Arti – Perawat Hemodialisa (HD) di RSBS
3. Hendra – Petugas kebersihan (Cleaning Service) di RSBS
4. Istri Hendra – Juga tercatat sebagai korban
5. Anak Hendra – Ikut menjadi korban dalam insiden tersebut
6. Anak dari perawat Maria – Turut menjadi korban jiwa
Selain itu, terdapat dua korban meninggal lainnya yang masih dalam proses identifikasi:
7. Satu korban meninggal di lokasi kejadian, belum diketahui identitasnya
8. Satu korban meninggal saat dirawat di rumah sakit, identitas juga masih belum diketahui
Dugaan Penyebab Kecelakaan
Penyebab pasti dari insiden maut ini masih terus diselidik oleh tim penyelidik.
Namun, titik terang mulai tampak indikasi kuat mengarah pada kegagalan sistem pengereman sebagai biang keladi kecelakaan.
Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira, mengungkapkan bahwa keterangan sementara yang dihimpun dari sopir dan penumpang menyebutkan bus sempat mengalami rem blong, atau kehilangan fungsi pengereman secara total.
"Memang ada dugaan rem blong, tapi itu masih berdasarkan keterangan awal dari penumpang dan sopir. Belum bisa dipastikan sebelum pemeriksaan teknis selesai,” ujar Safiq.
Ketegangan memuncak saat bus yang membawa puluhan penumpang itu meluncur liar di jalanan curam. Tak ada tanda-tanda kendaraan bisa dihentikan.
Suara gesekan keras dan teriakan panik penumpang mengiringi detik-detik mencekam sebelum bus menghantam pembatas jalan.
Namun bukan di situ akhirnya bus masih terus melaju, seolah kehilangan kendali sepenuhnya, sebelum akhirnya berhenti secara brutal usai menghantam pagar rumah warga.
"Bus ini sempat menabrak pembatas jalan, tapi tetap melaju hingga akhirnya menabrak pagar rumah warga. Barulah setelah itu kendaraan benar-benar berhenti," tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







