Akurat

5 Negara Paling Toleran di Dunia, Bisa Jadi Cermin untuk Indonesia

Eko Krisyanto | 29 Agustus 2025, 00:00 WIB
5 Negara Paling Toleran di Dunia, Bisa Jadi Cermin untuk Indonesia

AKURAT.CO Di tengah gempuran isu diskriminasi, intoleransi, dan polarisasi global, sejumlah negara justru berhasil membuktikan bahwa keterbukaan, kesetaraan, dan penghargaan terhadap keberagaman bisa menjadi fondasi kuat dalam membangun masyarakat modern.

Menurut laporan The Independent dan World Population Review, negara-negara Skandinavia dan Oseania mendominasi daftar wilayah paling toleran di dunia.

Penilaian ini dilihat dari kesetaraan gender, kebebasan individu, perlindungan minoritas, hingga kebijakan ramah lingkungan yang berorientasi pada keadilan sosial.

1. Islandia

Islandia menempati peringkat pertama berkat kesetaraan gender yang sangat maju—hampir 50 persen posisi penting di pemerintahan diisi oleh perempuan.

Lebih dari 85 persen energi mereka juga bersumber dari energi terbarukan. Harmoni antara kesetaraan sosial dan keberlanjutan menjadikan Islandia pionir dunia.

2. Denmark

Denmark dikenal sebagai negara dengan tingkat rasisme paling rendah. Kebijakan sosial yang menekankan kesetaraan membuat pendatang merasa aman dan diterima.

Selain ramah, masyarakat Denmark dikenal sangat terbuka, sehingga menciptakan ekosistem sosial yang inklusif.

Baca Juga: LAMR dan Pemda Apresiasi Operasi PETI Polda Riau yang Berhasil Bikin Air Sungai Kuantan Kembali Jernih

3. Finlandia

Finlandia unggul lewat sistem pendidikan yang merata dan berorientasi pada kesetaraan kesempatan.

Negara ini juga menempatkan perlindungan minoritas dan kesehatan publik sebagai prioritas, menjadikannya model masyarakat yang adil dan inklusif.

4. Swedia

Sejak 1988, Swedia menargetkan kesetaraan gender dalam jabatan publik, dan kini lebih dari 50% kursi berhasil diisi perempuan.

Meski menghadapi tantangan imigrasi, Swedia tetap konsisten menjaga nilai keterbukaan dan toleransi lewat kebijakan sosial dan pendidikan.

5. Selandia Baru

Negara Oseania ini dikenal minim rasisme dan inklusif terhadap komunitas adat Māori maupun multikultural.

Selandia Baru juga menjadikan keberagaman sebagai identitas nasional sekaligus memperkuat komitmennya terhadap lingkungan.

Lalu, Bagaimana dengan Indonesia?

Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika sebenarnya memiliki fondasi toleransi yang tak kalah kuat.

Keberagaman suku, agama, dan budaya adalah aset besar, tetapi seringkali justru menjadi titik rawan konflik bila tidak dikelola dengan adil.

Baca Juga: Shin Seung Ho Dikabarkan Gabung dalam Drakor “Men of the Harem”

Melihat praktik baik dari negara-negara di atas, Indonesia bisa belajar:

  • Menguatkan pendidikan toleransi sejak dini seperti di Finlandia.

  • Mendorong kesetaraan gender dalam kepemimpinan sebagaimana di Islandia dan Swedia.

  • Menghadirkan kebijakan sosial yang inklusif ala Denmark dan Selandia Baru.

Jika langkah-langkah tersebut diperkuat, Indonesia bukan hanya mampu menjaga persatuan dalam keberagaman, tetapi juga bisa tampil sebagai contoh global bahwa negara majemuk mampu berdiri kokoh di tengah arus perpecahan dunia.

 

Laporan: Salsabilla Nur Wahdah/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.