Lirik dan Makna Rumah Singgah: Lagu Galau yang Bikin Baper, Simak Selengkapnya di Sini!

AKURAT.CO Rumah Singgah merupakan salah satu single milik penyanyi pop Indonesia, Fabio Asher, yang resmi dirilis pada 5 Mei 2022. Lagu ini mendapat sambutan hangat dari pendengar dan sempat menempati posisi ke-8 di trending YouTube Indonesia beberapa bulan setelah peluncurannya.
Sebelum merilis Rumah Singgah, Fabio lebih dulu dikenal lewat single viralnya berjudul "Bertahan Terluka," yang dirilis pada 2 Februari 2022 dan sempat mendominasi berbagai platform seperti YouTube dan TikTok.
Kesuksesan Fabio Asher terus berlanjut, karena "Rumah Singgah" juga berhasil menduduki posisi puncak tangga lagu Global Viral di sejumlah platform digital, dengan total lebih dari 50 juta pendengar di seluruh dunia.
Baca Juga: Rumah Singgah Humanis Untuk Masyarakat Bandung Berobat Resmi Dibuka
Lirik Lagu Rumah Singgah
Saat hatimu terluka
Akulah yang menemanimu
Membasuh air matamu
Namun mengapa ketika
Hatimu telah tersenyum lagi
Aku yang kau lupa
Tak sadarkah selama ini
Ku juga selalu menginginkanmu
Mengapa sulit untuk ku bisa miliki hatimu
Bahkan selama ini hadirku tak berharga untukmu
Yang terjadi kini ku hanya rumah persinggahanmu
Di saat kau terluka
Dan di saat semuanya reda
Kau menghilang begitu saja
Jika memang ini tak ada harapan
Mengapa aku yang harus jadi tujuan
Saat hatimu terluka
Aku yang jadi obatnya
Tanpa pernah kau hargai
Cinta dan kasih yang setulus ini
Mengapa sulit (mengapa sulit) untuk ku bisa miliki hatimu
Bahkan selama ini hadirku tak berharga untukmu
Yang terjadi kini ku hanya rumah persinggahanmu
Di saat kau terluka
Dan di saat semuanya reda
Kau menghilang begitu saja
Dan di saat semuanya reda
Kau menghilang begitu saja.
Baca Juga: Fabio Asher Sukses Bikin Penonton BTN Artikulasi Festival Nyanyi Bersama
Makna Lagu Rumah Singgah
Lagu Rumah Singgah karya Fabio Asher menggambarkan kisah pilu tentang seseorang yang hanya dijadikan tempat persinggahan sementara oleh orang yang dicintainya. Lirik-liriknya menyiratkan rasa sedih, kecewa, dan perasaan tidak dihargai karena hubungan yang dijalani ternyata tidak dilandasi komitmen yang serius.
Sosok dalam lagu ini hanya dicari saat pasangannya sedang terluka atau terpuruk, seolah menjadi pelarian dari luka hati. Namun, ketika sang pasangan merasa telah pulih, dia justru pergi begitu saja tanpa rasa bersalah.
Lagu ini tidak hanya mencerminkan luka karena cinta yang tak seimbang, tetapi juga mengajarkan makna penerimaan terhadap kenyataan pahit, bahwa tidak semua hubungan akan berlabuh pada akhir yang bahagia.
Lebih dari itu, lagu ini menjadi pengingat untuk lebih menghargai kehadiran orang-orang yang selalu setia mendampingi, terutama mereka yang tetap ada di saat kita berada di titik terendah.
Nadia Nur Anggraini (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









