Pacu Jalur Viral di TikTok! Ini Sejarah, Makna, dan Aksi Anak “Aura Farming” yang Bikin Dunia Terpukau

AKURAT.CO Festival Pacu Jalur mencuri perhatian dunia setelah video aksi seorang anak kecil bergaya dan menari di atas perahu yang melaju viral di TikTok.
Warganet menyebut momen tersebut sebagai "aura farming", memicu tren baru dan beragam parodi dari netizen internasional.
Namun, di balik kehebohan ini, ada sejarah dan filosofi panjang yang menyertai tradisi Pacu Jalur dari Riau, Indonesia.
Sejarah Pacu Jalur dan Maknanya
Pacu Jalur merupakan olahraga tradisional khas dari Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.
Baca Juga: Cara Menghilangkan Mata Panda dengan Bahan Alami hingga Produk Viral yang Dipakai Beauty Influencer
Dalam budaya lokal, “jalur” berarti perahu panjang yang dulunya digunakan sebagai alat transportasi utama masyarakat di sekitar Sungai Kuantan.
Dilansir dari berbagai sumber, tradisi ini diperkirakan sudah ada sejak abad ke-17, ketika masyarakat memanfaatkan jalur untuk mengangkut hasil pertanian seperti pisang dan tebu.
Jalur terbuat dari kayu dan mampu memuat 40 hingga 60 orang. Seiring perkembangan zaman, perahu ini mulai dihiasi ornamen khas dari ukiran kepala naga hingga buaya yang menambah nilai estetika dan simbolik dalam setiap perlombaan.
Awalnya, Pacu Jalur digelar untuk memperingati hari-hari besar Islam seperti Idul Fitri dan Maulid Nabi.
Pada era penjajahan Belanda, perlombaan ini dijadwalkan setiap 31 Agustus untuk merayakan ulang tahun Ratu Wilhelmina.
Kini, Pacu Jalur diselenggarakan secara rutin setiap Agustus untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI.
Aksi Anak Kecil Jadi Sorotan
Baca Juga: Ini Agama Willie Salim dan Profil Lengkap, Viral Karena Konsisten Berbagi Lewat Konten
Aksi anak kecil dalam Festival Pacu Jalur menjadi sorotan karena mereka menempati posisi penting sebagai tukang tari atau anak coki.
Dalam setiap jalur, kru yang disebut anak pacu memiliki peran masing-masing, seperti tukang concang yang bertugas sebagai komandan kapal, tukang pinggang (juru mudi) dan tukang onjai yang mengatur irama jalur, serta tukang tari yang berada di ujung perahu.
Tukang tari biasanya diisi oleh anak-anak karena tubuh mereka yang kecil dan ringan, sehingga dapat berdiri di bagian depan perahu sambil menari mengikuti irama dayung.
Ketika perahu timnya unggul, mereka akan menari penuh semangat, dan saat mencapai garis finis, mereka melakukan sujud syukur sebagai tanda kemenangan.
Gerakan-gerakan yang dilakukan tukang tari ini bukan sekadar gaya, tetapi memiliki makna simbolis sebagai bentuk ekspresi kebanggaan, kekompakan, dan semangat juang tim.
Viral di TikTok, “Aura Farming” dan Tarian Bocah Pacu Jalur
Baru-baru ini, video yang memperlihatkan aksi tukang tari cilik yang menari dan berpose di atas perahu mendadak viral di TikTok.
Netizen menyebut aksi tersebut sebagai bentuk “aura farming”, yakni gaya atau gestur yang dianggap keren, estetik, dan penuh karisma.
Dengan latar lagu “Young Black & Rich” dari Melly Mike, tren ini langsung menarik perhatian pengguna global.
Baca Juga: Viral Oknum Dishub Palak Sopir Bajaj, Ini Kata Kadishub Jakarta
Banyak dari mereka membuat ulang gerakan tukang tari dalam bentuk parodi, meme, hingga video editan kreatif.
Tak sedikit pula yang mengagumi stamina dan kepercayaan diri anak kecil yang mampu menari di atas perahu yang sedang melaju kencang.
Fenomena ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal seperti Pacu Jalur bisa mendunia berkat media sosial, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke ranah global.
Fenomena “aura farming” dari anak Pacu Jalur tak hanya menghibur, tapi juga membuka mata dunia terhadap kekayaan budaya Indonesia.
Di balik viralnya tarian bocah di atas perahu, tersimpan warisan tradisi yang telah hidup ratusan tahun. Mari terus lestarikan budaya bangsa agar tetap relevan dan dikenal dunia!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Kalender Jawa 19 September 2026: Watak Weton Sabtu Wage, Setia dan Berpendirian Kuat
- 4Soal Dualitas Alumni Universitas Trisakti, Menteri Maman: Hanya Ada Satu Ikatan yakni IKA Trisakti
- 5Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 6Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 7Cuaca Hari Ini 19 September 2026: BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
- 8Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 9OTT Lagi, KPK Amankan Bupati Bolaang Mongondow Utara Bersama 13 Orang Lainnya
- 10Sidang Sudewo Ricuh, KPK Tegaskan Tuntutan Disusun Berdasarkan Fakta





