Kronologi Kehilangan Alvaro: Upaya Pencarian Selama 68 Hari Terakhir!

AKURAT.CO Misteri hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6) memasuki hari ke-68 sejak bocah tersebut dinyatakan hilang pada 6 Maret 2025.
Hingga kini upaya pencarian intensif oleh pihak kepolisian dan keluarga belum membuahkan hasil.
Kronologi Kejadian Kehilangan Alvaro
Kejadian bermula pada sore hari, ketika Alvaro berpamitan kepada ibunya, Arumi, untuk menunaikan salat Magrib di masjid dekat rumah mereka.
Namun, hingga malam tiba, Alvaro tak kunjung pulang.
Setelah menanyakan ke teman-temannya di masjid, Arumi mengetahui bahwa Alvaro sudah tidak ada sejak sore.
Hal ini membuat Arumi curiga anaknya mungkin diculik sebelum sempat salat Magrib.
"Iya, dari habis magrib itu Alvaro nggak pulang-pulang. Jam 7 dicari nggak ada, jam 8 juga nggak ketemu, sampai jam 10 malam tetap nggak kelihatan. Kita tanya ke teman-temannya yang biasa salat bareng di masjid, katanya dari sore memang nggak bareng Alvaro. Jadi saya curiga besar dia udah diculik sebelum sempat salat magrib," ujar Arumi dikutip pada Senin (12/5/2025).
Kekhawatiran ini semakin kuat karena tidak ada kabar atau permintaan tebusan dari pihak yang diduga menculik.
Arumi pun segera melapor ke polisi dan bersama pihak berwenang, mereka melakukan pencarian intensif.
Usaha pencarian dilakukan dengan menyebarkan poster di jalanan dan memanfaatkan media sosial untuk mencari informasi.
Selama 68 hari pencarian, tidak ada pihak yang menghubungi keluarga seperti layaknya seorang penculik meminta tebusan.
Namun, banyak pihak yang mengaku mengetahui keberadaan Alvaro melalui media sosial, meskipun setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar.
"Sampai sekarang nggak pernah ada yang menghubungi untuk minta tebusan layaknya kasus penculikan pada umumnya. Justru yang muncul malah banyak penipu, ngaku-ngaku tahu keberadaan anak saya—katanya ada di sini, ada di sana, sampai kami kejar ke berbagai tempat, bahkan sampai Bekasi. Tapi semua nihil. Itu pun seringnya malam-malam, tapi karena ini soal anak, kami tetap datangin walau harus berangkat jam 1 pagi," ungkapnya.
Penyelidikan turut melibatkan pemeriksaan terhadap anggota keluarga, termasuk ayah Alvaro yang telah lama berpisah dari Arumi.
Meski demikian, keluarga tetap bersatu dalam upaya mencari Alvaro.
Arumi juga menegaskan bahwa selama ini tidak ada konflik keluarga ataupun masalah dengan tetangga.
"Sering banget ditanya-tanya soal itu, padahal sebenarnya nggak ada masalah apa-apa. Hidup kami biasa aja, nggak neko-neko, apalagi ayah saya juga Ketua RT di lingkungan sini. Selama ini semua berjalan baik dan nggak pernah ada konflik. Tapi sekarang, saya sudah di titik pasrah... benar-benar bingung harus bagaimana lagi," tutur Arumi.
Di sisi lain, Tugimin, kakek Alvaro, menceritakan bahwa pada Kamis, 6 Maret 2025, hari itu dimulai seperti biasa.
Alvaro menemani neneknya untuk kontrol kesehatan di RSUD Pesanggrahan.
Setelah pulang, Alvaro meminta kakeknya untuk membelikannya susu.
“Saya bilang, ‘Dek, kan puasa.’ Tapi dia jawab, ‘Puasa mah anak kecil setengah hari boleh, Pak,’” kenang Tugimin.
ada sore itu, suara azan Asar terdengar. Tanpa berpamitan, Alvaro langsung bergegas menuju masjid.
Tugimin tak curiga karena memang sering melihat cucunya shalat dan bermain dengan teman-temannya di sore hari. Namun, menjelang waktu berbuka puasa, seorang pria asing tiba-tiba muncul di masjid.
Informasi mengenai pria tersebut baru sampai ke Tugimin tiga hari kemudian, melalui cerita marbut masjid.
“Ada orang datang, ditanya sama marbut, ‘Pak, cari siapa?’ Dia bilang, ‘Cari anak saya, Alvaro, katanya kalau salat di masjid sini.’ Marbut bilang, ‘Itu ada anaknya di atas,’” ujar Tugimin.
Setelah itu, marbut tidak lagi memperhatikan pria tersebut karena sibuk menyiapkan buka puasa dan salat Maghrib.
Kasus hilangnya Alvaro menjadi perhatian masyarakat dan pihak berwenang yang terus berupaya mencari informasi dan petunjuk untuk menemukan keberadaannya.
Alvaro memiliki kulit berwarna sawo matang dan gaya rambut cepak. Jika Anda melihat atau mengetahui keberadaannya, segera hubungi nomor 0812-1923-0694.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









