Perdebatan Sengit Arie Kriting vs Hasbil Mustaqim: Kritikan Film 'Kakak Boss' Berujung Saling Blokir di X

AKURAT.CO Komika dan aktivis sosial Arie Kriting terlibat perdebatan sengit dengan politisi Partai Demokrat, Hasbil Mustaqim Lubis, setelah memberikan kritik terhadap film Kakak Boss, yang tayang pada 29 Agustus 2024.
Perdebatan ini memanas di media sosial X (dulu Twitter), yang bahkan berujung pada aksi saling blokir antara keduanya.
Awal mula perseteruan terjadi ketika Arie Kriting menyampaikan kritiknya terhadap film Kakak Boss.
Baca Juga: Pratama Arhan Unggah Foto Bersama Azizah Salsha, Netizen: Tanda Cinta atau Strategi Karier?
Meski belum dijelaskan secara detail apa yang dikritik oleh Arie, komentarnya tampaknya tidak diterima dengan baik oleh Hasbil Mustaqim Lubis, yang langsung memberikan respons keras.
Hasbil menyebut bahwa film tersebut belum mampu menembus angka satu juta penonton, dan menyinggung aksi-aksi protes yang selama ini didukung Arie.
Hasbil, melalui akun X pribadinya, melayangkan tantangan terbuka kepada Arie, dengan menyindirnya secara tajam.
"Mengkritik iya, Dikritik balik tidak. Menyenggol iya, Disenggol tidak. Sudah tepat, jadi pelawak saja,” tulis Hasbil, dikutip Selasa (17/9/2024).
Pernyataan ini langsung menuai perhatian warganet, dan menjadi viral di platform tersebut.
Salah satu poin yang diangkat oleh Hasbil adalah keterlibatan Arie Kriting dalam aksi Peringatan Darurat, sebuah gerakan protes yang pernah dilakukan di lapangan untuk memperjuangkan berbagai isu sosial.
Hasbil tampaknya ingin menghubungkan aksi kritik Arie terhadap film Kakak Boss dengan aktivitasnya yang sering terlibat dalam demonstrasi.
Sementara itu, Arie Kriting dikenal sebagai figur publik yang tidak hanya menggeluti dunia komedi, tetapi juga aktif dalam menyuarakan isu-isu sosial dan politik.
Ia kerap menggunakan platform media sosialnya untuk menyampaikan pandangannya, yang sering kali kritis terhadap kebijakan publik maupun karya seni, termasuk film.
Meski belum merespons secara langsung tantangan dari Hasbil, Arie terkenal dengan gaya humornya yang sering kali menjawab kritik dengan sindiran halus.
Baca Juga: Film Kaka Boss Angkat Kisah Keluarga Indonesia Timur, Siap Tayang 29 Agustus Mendatang
Perdebatan ini memancing reaksi dari para pengguna media sosial. Beberapa mendukung Hasbil, dengan alasan bahwa Arie harus siap menerima kritik balik jika ia sering melontarkan kritikan terhadap karya orang lain.
Di sisi lain, banyak yang membela Arie, mengatakan bahwa sebagai komika dan publik figur, Arie berhak mengungkapkan pendapatnya, termasuk kritik terhadap karya seni seperti film Kakak Boss.
Tidak sedikit yang melihat konflik ini sebagai bagian dari ketegangan yang lebih besar antara dunia hiburan dan politik.
Arie Kriting, sebagai seorang komika dengan pengaruh besar di media sosial, sering kali dianggap menyentuh isu-isu sensitif yang biasanya bersinggungan dengan dunia politik.
Baca Juga: Italia Dukung Rencana Uni Eropa Tambah Tarif EV China, Tembus 35 Persen
Hasbil Mustaqim, sebagai seorang politisi, tampaknya ingin menunjukkan bahwa publik figur juga harus siap menerima kritik dan tidak hanya melontarkannya.
Beberapa pengamat media sosial menilai bahwa perdebatan ini mencerminkan fenomena yang lebih luas terkait polarisasi di Indonesia, di mana figur-figur publik dengan latar belakang yang berbeda sering kali terlibat dalam perdebatan terbuka di ruang publik.
Perdebatan Arie Kriting dan Hasbil Mustaqim menunjukkan bagaimana isu seni, politik, dan kebebasan berpendapat kerap bersinggungan dan memicu respons keras di kalangan masyarakat.
Baca Juga: OIKN Ingin Istana Garuda Ramah Publik seperti White House
Meski perdebatan ini masih berlangsung, para penggemar Arie dan Hasbil berharap keduanya dapat menyelesaikan perselisihan dengan cara yang lebih santai dan produktif.
Hingga saat ini, baik Arie Kriting maupun Hasbil belum memberikan pernyataan lanjutan, tetapi banyak yang memantau perkembangan ini untuk melihat bagaimana perseteruan antara komedian dan politisi ini akan berakhir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









