Akurat

HEBOH Roti Aoka Diduga Mengandung Bahan Pengawet Kosmetik, Produsen Bantah Hal Ini

Shalli Syartiqa | 22 Juli 2024, 16:29 WIB
HEBOH Roti Aoka Diduga Mengandung Bahan Pengawet Kosmetik, Produsen Bantah Hal Ini

AKURAT.CO Roti Aoka populer di kalangan masyarakat dengan berbagai varian seperti roti gulung, burger bun, roti panggang, dan sandwich.

Produk Roti Aoka disukai konsumen karena rasanya yang lezat dan harganya yang terjangkau.

Namun, baru-baru ini Roti Aoka dilaporkan mengandung pengawet berbahaya yakni sodium dehydroacetate, yang sebenarnya lebih cocok digunakan dalam produk kosmetik.

Menanggapi isu yang beredar, produsen roti Aoka menyatakan bahwa produknya tidak mengandung sodium dehydroacetate.

Baca Juga: Sinopsis Film Bangsal Isolasi Tayang 25 Juli 2024, Kisah Mengungkap Kasus Kematian Misterius di Lapas Wanita!

"Seluruh produk roti Aoka tidak mengandung sodium dehydroacetate dan masa kedaluwarsa bukan enam bulan," jelas Head Legal dari PT Indonesia Bakery Family (PT IBF), Kemas Ahmad Yani dalam keterangan tertulis, pada Jumat (19/7/2024).

Selain itu, Kemas menjelaskan bahwa produk roti Aoka telah diuji oleh Badan Obat dan Makanan (BPOM) RI dan semua variannya sudah memiliki izin edar yang tertera pada kemasan.

"PT Indonesia Bakery Family selaku produsen Roti Aoka merupakan produsen makanan yang sangat memperhatikan kualitas bahan baku termasuk aspek kesehatan bagi konsumen," ungkap Kemas.

Baca Juga: GWM Indonesia dan Outbrake Modifikasi Haval H6 HEV di GIIAS 2024

Aoka diproduksi dari bahan berkualitas, diperoses secara higienis dan aman bagi kesehatan," sambungnya.

Tuduhan penggunaan pengawet kosmetik tersebut dilaporkan berdasarkan hasil uji laboratorium PT SGS Indonesia.

Namun, PT SGS Indonesia dalam pernyataan tertulisnya kepada PT IBF pada 15 Juli 2024, membantah bahwa informasi tersebut berasal dari mereka.

 

 

Kemas menduga bahwa berita yang menyesatkan tentang penggunaan pengawet berbahaya adalah upaya untuk menjatuhkan produk roti Aoka melalui persaingan yang tidak sehat.

Saat ini, PT IBF sedang melakukan investigasi intensif terhadap penyebaran informasi menyesatkan tersebut yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

 

 

 

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.