Siapa Itu Gilbert Lumoindong? Pendeta Kontroversial yang Diduga Lakukan Penistaan Agama

AKURAT.CO Gilbert Lumoindong adalah seorang pendeta terkenal yang kerap menjadi pusat kontroversi.
Pada April 2024, nama Gilbert Lumoindong kembali viral karena sebuah video yang membahas zakat sebesar 2,5 persen yang ia bandingkan dengan perpuluhan umat Kristen sebesar 10 persen.
Video tersebut mendapat kecaman dari warganet karena dianggap menistakan ajaran agama lain.
Sementara itu, Pendeta Gilbert telah dilaporkan oleh sejumlah pihak ke Polda Metro Jaya terkait ceramahnya yang diduga menistakan agama Islam.
Baca Juga: Sudah Tayang! Simak Daftar Pemain dan Sinopsis Red Swan Lengkap dengan Link Nontonnya
Terbaru, Polda Metro Jaya menyatakan bahwa kasus dugaan penistaan agama ini masih dalam tahap pengumpulan berkas laporan dari berbagai daerah.
"Kasus Pendeta G masih dalam tahap pengumpulan (berkas) karena ada beberapa laporan dari berbagai daerah," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Ade Ary Syam Indradi.
Meskipun muncul kontroversi, Pendeta Gilbert Lumoindong telah menyampaikan permintaan maaf kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan seluruh umat Islam.
Permintaan maaf ini disampaikan secara publik dalam sebuah video yang diunggah di YouTube MUI TV, di mana ia menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menghina ajaran agama Islam.
Sehubungan dengan itu, simak berikut profil Pendeta Gilbert yang dianggap nistakan agama Islam.
Profil Pendeta Gilbert
Pendeta dengan nama lengkap Gilbert Emanuel Lumoindong lahir pada 26 Desember 1966.
Gilbert adalah seorang penganut Kristen dan merupakan pemimpin sekaligus Senior Pastor GBI Glow Fellowship.
Gilbert menempuh pendidikan teologi di Lembaga Pendidikan Teologi Indonesia dan lulus dengan diploma pada tahun 1990, lalu melanjutkan studi teologinya di Institut Teologi dan Pendidikan Indonesia.
Ia dikenal sebagai pembawa acara program penyegaran rohani Kristen di salah satu televisi swasta dari tahun 1992 hingga 1997.
Gilbert pernah menjabat sebagai ketua Gospel Overseas di bawah pimpinan John Hartman dari tahun 1993 hingga 1997, dan juga menjadi jemaat di Gereja Tiberias Indonesia sebelum mendirikan GL Ministry pada tahun 1998.
Pada tahun 2007, Gilbert mulai bekerja sebagai seorang gembala jemaat.
Gilbert bersama Ibu Gembala Pdt. Reinda Lumoindong mendirikan pelayanan GL Ministry yang resmi berdiri pada tahun 1998.
Saat ini, Gilbert melayani sekitar 15.000 jemaat yang tergabung dalam GBI Glow Fellowship Centre, dengan visi "Menegakkan Kerajaan Allah Dalam Kebenaran dan Kasih".
Sementara itu, pada tahun 2020, ia pernah disomasi oleh masyarakat Batak terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Pendeta Gilbert sempat menyatakan adanya unsur pelecehan seksual dalam kasus tersebut, yang menimbulkan kegaduhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









